Ah, betapa terpencilnya kota itu, yang dahulu ramai. Yang dahulu agung sekarang menjadi jajahan. Pada malam hari tersedu-sedu ia menangis, air matanya bercucuran di pipi. Dari semua sahabatnya tak ada seorangpun yang menghibur dia. Semua temannya mengkhianatinya, mereka menjadi seterunya. Ia telah ditinggalkan. Ia tinggal di tengah-tengah bangsa, namun tidak mendapat ketentraman. Semua yang dahulu menghormatinya, sekarang menghinanya. Dan ia sendiri berkeluh kesah. Ia tak berpikir akan akhirnya, sangatlah dalam ia jatuh. Acuh tak acuhkah kalian yang berlalu-lalang? Pandanglah dan lihatlah dengan seksama, apakah ada kesedihan seperti ini yang membuatku merana? Didesaknya aku mundur, dibuatnya aku terkejut dengan kesakitan sepanjang hari. Segala pelanggaranku adalah kuk yang berat, sehingga lumpuhlah kekuatanku. Ia membuang semua pahlawanku yang ada dalam lingkunganku. Ia menyerahkan aku ke tangan orang-orang yang tak dapat k...