Skip to main content

Perjalanan yang Panjang


    Ini bukan tentang sebuah iman ataupun kepercayaan yang dianut. Ini adalah tentang sebuah perjalanan hidup yang selalu berproses tiada henti. Tentang sebuah perkataan dan pikiran serta harapan yang selalu ada dalam hati meskipun terkadang suka terombang-ambing oleh keadaan namun tetap kembali di tempat semula.

    Sebagai manusia yang memainkan banyak peran dalam kehidupan, pasti akan selalu menghadapi badai yang berbeda di tempat yang berbeda. Tidak jarang terkadang jiwa mengeluh, menganggap diri tak mampu melaluinya bahkan lari sebelum menghadapinya hingga melakukan hal-hal bodoh. Tidak heran karena sejatinya manusia akan mencari kenyamanan dan kesenangan dengan menghindari hal-hal yang menyakitkan. Namun sampai kapan kita lari dan tak menghadapinya? Karena tidak ada satupun peristiwa yang tejadi tanpa sebuah alasan.

    Sama halnya kamu datang ke dunia dengan sebuah tujuan. Ada yang bertujuan menjadi sebuah pelajaran bagi orang lain atau sebagai penolong untuk seseorang. Yang mengetahui adalah pribadi masing-masing melalui proses perjalanan panjang untuk mencari jati diri.

    Kita tidak pernah tahu siapa diri kita jika tidak pernah mau menerima diri dengan sepenuhnya. Kita tidak pernah tahu makna kehidupan jika kita sendiri hanya terjebak dalam luka dan takut melihat kebahagiaan. Kita tidak pernah tahu arti kebahagiaan yang sederhana jika kita sendirilah yang membenci nya dan membandingkan diri dengan orang lain.

    Akan selalu muncul pertanyaan dalam hidup, akan selalu ada godaan untuk menyerah. Namun akan selalu ada jawaban dalam setiap pertanyaan jika mencarinya, akan selalu ada penguatan di kala jiwa ingin menyerah. Akankah kamu dan aku akan bertahan di perjalanan yang panjang ini? Biarkan waktu yang menjawab.

Comments

Popular posts from this blog

Prolog Cerita

          Meli, sosok gadis kecil periang yang selalu memiliki rasa penasaran yang tinggi. Ia sangat keras kepala namun memiliki hati yang sangat lembut. Tak mengenal rasa takut untuk mencoba serta memiliki segudang cita-cita dan impian. Dengan jiwa sosialnya yang sangat tinggi kerap membuat ia pusing sendiri jika tidak bisa membantu mereka saat itu juga secara langsung. Dan akhirnya ia mempergunakan orang-orang di sekitarnya untuk merealisasikan bantuan tersebut. Lumayan juga, pikirnya.      Toa, begitu nama panggilannya. Lelaki yang terlahir dalam kesederhanaan dan tumbuh dewasa. Tak sesuai dengan umurnya, ia sudah memiliki pendiriannya sendiri, tidak mudah terpengaruh dengan keadaan namun tetap terbuka dengan setiap masukkan. Di balik sikapnya yang terlihat diam dan cuek, ternyata diam-diam dia mengamati orang-orang di sekitarnya.      Meli dan Toa, dua manusia dengan kepribadian yang berbeda. Meli yang ekstrovert dan Toa y...

Anak Tangga

     Setiap orang punya tangganya masing-masing. Setiap orang punya cara dan jarak langkahnya masing-masing. Baik naik ataupun turun, semua punya waktu dan prosesnya masing-masing. Ada juga di tengah prosesnya harus terhenti karena keadaan atau juga karena memang ia ingin berhenti sejenak untuk beristirahat. Ada yang menaiki tangga dengan perlahan, ada juga yang menaikinya dengan dua anak tangga sekaligus. Ada yang menuruni tangga sambil menikmatinya dan ada juga yang tiba-tiba terperosok karena tidak berhati-hati. Meskipun sakit karena terjatuh, ia harus tetap bangkit berdiri.      Sembari menaiki dan menuruni anak tangga, ia bisa menikmati prosesnya sambil melihat keindahan sekitar dengan tidak melupakan tujuannya. Lebih indah jika ada tangan yang berpegangan saat menikmati semua proses ini. Seakan ada orang lain yang ikut juga merasakan apa yang kita rasakan. Dengannya kita merasa lebih aman dan tidak takut untuk menaiki atau menuruni setiap anak tangga....

Pulang ke Rumah

       Senang rasanya bisa kembali pulang ke rumah setelah menjalani semua tugas dan tanggung jawab yang menguras tenaga dan pikiran. Pulang kali ini mungkin sedikit berbeda dari waktu-waktu sebelumnya. Ada sedikit yang berkurang namun tidak mengurangi rasa rindu itu.     Gubuk kecil yang dipenuhi oleh manusia-manusia berisik, aroma tungku yang terbakar, suara panci yang berdenting, semua hal sederhana semuanya ada di sini. Sejenak, cerita dan suara tawa mereka mampu melepaskan beban yang ada. Sungguh sebuah tempat peristirahatan yang nyaman.     Jauh dari jangkauan zaman membuat insan ini bisa lebih menyatu dengan alam. Ketenangan yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata namun hanya dapat dirasakan oleh jiwa. Ketenangan yang tidak bisa ditukar maupun dibeli dengan apapun.     Ayam berkokok, perlahan semua pintu dan jendela terbuka, cahaya matahari berlomba masuk menyinari kedalaman rumah.  Tidak ada aktifiitas yang istimewa, sem...