Waktu gelap, ada hamparan bintang-bintang yang bersinar dan suara jangkring yang saling berbalas-balasan. Waktu t'rang, langit dan laut biru yang terbentang luas serta kerumunan burung yang terbang kesana kemari. Di kala sendiri, ada waktu rehat dari semua kegaduhan hidup. Di kala ramai, ada interaksi satu sama lain dengan orang-orang di sekitar. Manusia tidak bisa mengatur waktu, manusia hanya bisa menyesuaikannya dengan waktu. Bukan kita yang memiliki waktu, tapi hanya kita yang bisa menikmati dan menggunakan waktu dengan sebaiknya.
Waktu suka-waktu duka. Waktu sehat-waktu sakit. Waktu berkecukupan-waktu berkekurangan. Setiap waktu akan selalu ada tangan yang bisa digenggam. Jika di waktu itu, aku tidak menggenggam tangan itu dan berusaha mendorongmu jauh, percayalah aku sedang menjaga semuanya tetap baik. Saat bibir ini tak bisa berbicara dan air mata tertumpah, saat itu juga aku sedang merasakan ketakutan yang amat mengerikan. Aku tetap selalu percaya dan mengandalkanmu dan akan tetap selalu seperti itu.

Comments
Post a Comment