Senang rasanya bisa kembali pulang ke rumah setelah menjalani semua tugas dan tanggung jawab yang menguras tenaga dan pikiran. Pulang kali ini mungkin sedikit berbeda dari waktu-waktu sebelumnya. Ada sedikit yang berkurang namun tidak mengurangi rasa rindu itu.
Gubuk kecil yang dipenuhi oleh manusia-manusia berisik, aroma tungku yang terbakar, suara panci yang berdenting, semua hal sederhana semuanya ada di sini. Sejenak, cerita dan suara tawa mereka mampu melepaskan beban yang ada. Sungguh sebuah tempat peristirahatan yang nyaman.
Jauh dari jangkauan zaman membuat insan ini bisa lebih menyatu dengan alam. Ketenangan yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata namun hanya dapat dirasakan oleh jiwa. Ketenangan yang tidak bisa ditukar maupun dibeli dengan apapun.
Ayam berkokok, perlahan semua pintu dan jendela terbuka, cahaya matahari berlomba masuk menyinari kedalaman rumah. Tidak ada aktifiitas yang istimewa, semua sama seperti hari-hari biasanya. Masing-masing mulai sibuk dengan aktifitasnya, ada yang sibuk menyiapkan makanan, membenahi isi rumah, mempersiapkan anak-anak berangkat ke sekolah hingga duduk bercanda tawa sambil menikmati teh hangat dan hangatnya sinar mentari.
Duka dan luka yang bersembunyi ditutupi oleh jenaka-jenaka yang saling terlontar oleh setiap insan di tempat ini. Pada akhirnya pulang ke rumah kali ini tetap dengan senyuman dan rasa rindu yang akan selalu ada dalam setiap doa.

Comments
Post a Comment