"Inaaaa..." begitu panggilanku terhadapnya. Terdengar tidak sopan tapi aku hanya meniru mamanya memanggil dengan namanya. Ya dia mamaku, harusnya ku sebut dia dengan "mama" tapi kenyataannya tidak, aku malah memanggilnya dengan nama. Cerita ini baru saja aku ketahui, oleh karena itu sekali-kali aku memanggilnya dengan nama "Ina" hanya untuk menjahilinya.
Dia sangat tegas mendidikku terkhususnya tentang pendidikan. Sangkin tegasnya aku sampai keringat dingin setiap kali bagi raport di sekolah. Aku lebih senang memilih nenek dibandingkan dia saat harus mengambil raport karena jika ada satu saja nilai yang turun, bisa-bisa aku akan diselidiki dengan ketat. Namun dibalik ketegasannya itu, dia selalu berusaha memenuhi kebutuhanku. Dia selalu memberikan yang terbaik karena dia tau anaknya yang satu ini sangat pemilih dan cerewet.
Air mata dan keringat menemaninya saat itu, semua pekerjaan dia lakukan demi mengumpulkan uang-uang receh. Dia berperan ganda. Meskipun begitu, aku sangat senang melihat dan menemani dia berproses untuk bangkit. Di tengah keramaian manusia hanya mamanya saja yang memandang dan mendukungnya. Setidaknya ada tempat untuk dia bersandar dan mengadu. Lalu peranku? Yah saat itu aku hanya berperan sebagai anak kecil yang menikmati masa-masa bermain dan membuat mamanya emosi karena kadang sulit untuk diatur. Hanya itu.
Terkadang ada masanya aku mulai memberontak, menyalahkan keadaan dan merasa tidak utuh. Namun seiringnya waktu, perlahan aku mulai bisa memahami semua hal yang telah terjadi dan aku bersyukur. Sehingga aku menemukan titik memahami mungkin dia bukan sosok mama yang sempurna, bukan pula sosok mama yang menggunakan gaya strawberry parenting seperti jaman sekarang.
Dia adalah mama yang ku juluki dengan sebutan induk singa. Mungkin dari luar dia tampak seram, namun seperti induk singa dia berusaha keras untuk melindungi dan mengajarkan anak-anaknya untuk tetap kuat bertahan hidup di dunia yang seperti hutan rimba ini. Dan satu hal yang ku kagumi darinya adalah dia tetap berusaha menjadi pribadi yang baik hati terhadap mereka yang mungkin saja tidak sengaja telah menyakiti perasaannya. Dia adalah induk singa yang ku kagumi.

Comments
Post a Comment