Skip to main content

Cukup Kata

  

    Cukup, sebuah kata yang memberikan ketenangan. Ia tidak berkekurangan dan tidak juga berlebihan, ia telah memadai. Cukup untuk saat ini karena telah berhasil melewati yang lalu dan cukup juga untuk masa mendatang. Kata "cukup" membuat seseorang menjadi bersyukur atau karena bersyukur membuat seseorang bisa memaknai kata "cukup" menjadi sebuah ketenangan dalam hidup ???

    Bisa hidup sampai saat ini saja sudah cukup. Bisa bernafas dan kembali beraktifitas saja sudah cukup. Bisa menikmati hidangan makanan dan berinteraksi dengan orang-orang di sekitar saja sudah cukup. Cukup masih bisa membeli sesuatu yang kita inginkan yang sesuai dengan kemampuan kita tanpa memaksakan orang lain. Kata "cukup" menjadikan seseorang bisa hidup lebih sederhana dan lebih menikmati hal-hal kecil yang terjadi.

    Rasa syukur dan ketenangan jiwa adalah dua hal yang sudah pasti didapatkan ketika seseorang bisa menggunakan kata "cukup" dalam hidupnya. Ia tidak perlu lagi merasa khawatir akan masa depan, karena ia percaya semua akan cukup dengan porsinya masing-masing. Ia tidak perlu lagi berlomba dengan dunia karena ia tahu bahwa dunia tidak akan cukup hanya dengan makhluk kecil ini.

    Cukup, mengajarkan kita bahwa semua ada batas dan porsinya masing-masing. Cukup untuk bekerja saat ini karena ada hobi dan aktifitas lain di luar sana. Cukup untuk bermain saat ini karena ada keluarga dan sahabat yang memerlukan kehadiran kita secara langsung. Cukup untuk mempergunakan uang sebatas ini karena ada orang lain yang membutuhkan rejeki kita.

  Cukup, seperti kata mantra yang selalu memenuhi kebutuhan kita. Padahal kita sudah membagikannya ke orang lain tapi ia selalu hadir kembali karena kita selalu merasa cukup.

Comments

Popular posts from this blog

Prolog Cerita

          Meli, sosok gadis kecil periang yang selalu memiliki rasa penasaran yang tinggi. Ia sangat keras kepala namun memiliki hati yang sangat lembut. Tak mengenal rasa takut untuk mencoba serta memiliki segudang cita-cita dan impian. Dengan jiwa sosialnya yang sangat tinggi kerap membuat ia pusing sendiri jika tidak bisa membantu mereka saat itu juga secara langsung. Dan akhirnya ia mempergunakan orang-orang di sekitarnya untuk merealisasikan bantuan tersebut. Lumayan juga, pikirnya.      Toa, begitu nama panggilannya. Lelaki yang terlahir dalam kesederhanaan dan tumbuh dewasa. Tak sesuai dengan umurnya, ia sudah memiliki pendiriannya sendiri, tidak mudah terpengaruh dengan keadaan namun tetap terbuka dengan setiap masukkan. Di balik sikapnya yang terlihat diam dan cuek, ternyata diam-diam dia mengamati orang-orang di sekitarnya.      Meli dan Toa, dua manusia dengan kepribadian yang berbeda. Meli yang ekstrovert dan Toa y...

Anak Tangga

     Setiap orang punya tangganya masing-masing. Setiap orang punya cara dan jarak langkahnya masing-masing. Baik naik ataupun turun, semua punya waktu dan prosesnya masing-masing. Ada juga di tengah prosesnya harus terhenti karena keadaan atau juga karena memang ia ingin berhenti sejenak untuk beristirahat. Ada yang menaiki tangga dengan perlahan, ada juga yang menaikinya dengan dua anak tangga sekaligus. Ada yang menuruni tangga sambil menikmatinya dan ada juga yang tiba-tiba terperosok karena tidak berhati-hati. Meskipun sakit karena terjatuh, ia harus tetap bangkit berdiri.      Sembari menaiki dan menuruni anak tangga, ia bisa menikmati prosesnya sambil melihat keindahan sekitar dengan tidak melupakan tujuannya. Lebih indah jika ada tangan yang berpegangan saat menikmati semua proses ini. Seakan ada orang lain yang ikut juga merasakan apa yang kita rasakan. Dengannya kita merasa lebih aman dan tidak takut untuk menaiki atau menuruni setiap anak tangga....

Pulang ke Rumah

       Senang rasanya bisa kembali pulang ke rumah setelah menjalani semua tugas dan tanggung jawab yang menguras tenaga dan pikiran. Pulang kali ini mungkin sedikit berbeda dari waktu-waktu sebelumnya. Ada sedikit yang berkurang namun tidak mengurangi rasa rindu itu.     Gubuk kecil yang dipenuhi oleh manusia-manusia berisik, aroma tungku yang terbakar, suara panci yang berdenting, semua hal sederhana semuanya ada di sini. Sejenak, cerita dan suara tawa mereka mampu melepaskan beban yang ada. Sungguh sebuah tempat peristirahatan yang nyaman.     Jauh dari jangkauan zaman membuat insan ini bisa lebih menyatu dengan alam. Ketenangan yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata namun hanya dapat dirasakan oleh jiwa. Ketenangan yang tidak bisa ditukar maupun dibeli dengan apapun.     Ayam berkokok, perlahan semua pintu dan jendela terbuka, cahaya matahari berlomba masuk menyinari kedalaman rumah.  Tidak ada aktifiitas yang istimewa, sem...