Cukup, sebuah kata yang memberikan ketenangan. Ia tidak berkekurangan dan tidak juga berlebihan, ia telah memadai. Cukup untuk saat ini karena telah berhasil melewati yang lalu dan cukup juga untuk masa mendatang. Kata "cukup" membuat seseorang menjadi bersyukur atau karena bersyukur membuat seseorang bisa memaknai kata "cukup" menjadi sebuah ketenangan dalam hidup ???
Bisa hidup sampai saat ini saja sudah cukup. Bisa bernafas dan kembali beraktifitas saja sudah cukup. Bisa menikmati hidangan makanan dan berinteraksi dengan orang-orang di sekitar saja sudah cukup. Cukup masih bisa membeli sesuatu yang kita inginkan yang sesuai dengan kemampuan kita tanpa memaksakan orang lain. Kata "cukup" menjadikan seseorang bisa hidup lebih sederhana dan lebih menikmati hal-hal kecil yang terjadi.
Rasa syukur dan ketenangan jiwa adalah dua hal yang sudah pasti didapatkan ketika seseorang bisa menggunakan kata "cukup" dalam hidupnya. Ia tidak perlu lagi merasa khawatir akan masa depan, karena ia percaya semua akan cukup dengan porsinya masing-masing. Ia tidak perlu lagi berlomba dengan dunia karena ia tahu bahwa dunia tidak akan cukup hanya dengan makhluk kecil ini.
Cukup, mengajarkan kita bahwa semua ada batas dan porsinya masing-masing. Cukup untuk bekerja saat ini karena ada hobi dan aktifitas lain di luar sana. Cukup untuk bermain saat ini karena ada keluarga dan sahabat yang memerlukan kehadiran kita secara langsung. Cukup untuk mempergunakan uang sebatas ini karena ada orang lain yang membutuhkan rejeki kita.
Cukup, seperti kata mantra yang selalu memenuhi kebutuhan kita. Padahal kita sudah membagikannya ke orang lain tapi ia selalu hadir kembali karena kita selalu merasa cukup.

Comments
Post a Comment