Skip to main content

Posts

Showing posts from March, 2025

INDUK SINGA

          "Inaaaa..." begitu panggilanku terhadapnya. Terdengar tidak sopan tapi aku hanya meniru mamanya memanggil dengan namanya. Ya dia mamaku, harusnya ku sebut dia dengan "mama" tapi kenyataannya tidak, aku malah memanggilnya dengan nama. Cerita ini baru saja aku ketahui, oleh karena itu sekali-kali aku memanggilnya dengan nama "Ina" hanya untuk menjahilinya.    Dia sangat tegas mendidikku terkhususnya tentang pendidikan. Sangkin tegasnya aku sampai keringat dingin setiap kali bagi raport di sekolah. Aku lebih senang memilih nenek dibandingkan dia saat harus mengambil raport karena jika ada satu saja nilai yang turun, bisa-bisa aku akan diselidiki dengan ketat. Namun dibalik ketegasannya itu, dia selalu berusaha memenuhi kebutuhanku. Dia selalu memberikan yang terbaik karena dia tau anaknya yang satu ini sangat pemilih dan cerewet.    Air mata dan keringat menemaninya saat itu, semua pekerjaan dia lakukan demi mengumpulkan uang-uan...

Prolog Cerita

          Meli, sosok gadis kecil periang yang selalu memiliki rasa penasaran yang tinggi. Ia sangat keras kepala namun memiliki hati yang sangat lembut. Tak mengenal rasa takut untuk mencoba serta memiliki segudang cita-cita dan impian. Dengan jiwa sosialnya yang sangat tinggi kerap membuat ia pusing sendiri jika tidak bisa membantu mereka saat itu juga secara langsung. Dan akhirnya ia mempergunakan orang-orang di sekitarnya untuk merealisasikan bantuan tersebut. Lumayan juga, pikirnya.      Toa, begitu nama panggilannya. Lelaki yang terlahir dalam kesederhanaan dan tumbuh dewasa. Tak sesuai dengan umurnya, ia sudah memiliki pendiriannya sendiri, tidak mudah terpengaruh dengan keadaan namun tetap terbuka dengan setiap masukkan. Di balik sikapnya yang terlihat diam dan cuek, ternyata diam-diam dia mengamati orang-orang di sekitarnya.      Meli dan Toa, dua manusia dengan kepribadian yang berbeda. Meli yang ekstrovert dan Toa y...

Cukup Kata

        Cukup, sebuah kata yang memberikan ketenangan. Ia tidak berkekurangan dan tidak juga berlebihan, ia telah memadai. Cukup untuk saat ini karena telah berhasil melewati yang lalu dan cukup juga untuk masa mendatang. Kata "cukup" membuat seseorang menjadi bersyukur atau karena bersyukur membuat seseorang bisa memaknai kata "cukup" menjadi sebuah ketenangan dalam hidup ???      Bisa hidup sampai saat ini saja sudah cukup. Bisa bernafas dan kembali beraktifitas saja sudah cukup. Bisa menikmati hidangan makanan dan berinteraksi dengan orang-orang di sekitar saja sudah cukup. Cukup masih bisa membeli sesuatu yang kita inginkan yang sesuai dengan kemampuan kita tanpa memaksakan orang lain. Kata "cukup" menjadikan seseorang bisa hidup lebih sederhana dan lebih menikmati hal-hal kecil yang terjadi.      Rasa syukur dan ketenangan jiwa adalah dua hal yang sudah pasti didapatkan ketika seseorang bisa menggunakan kata "cukup" dalam hidup...