Skip to main content

WISHLIST

"Catat aja dulu dari pada lupa, kalau terwujudnya lama biarkan waktu Tuhan yang bekerja."

    Biasanya sebelum memasuki tahun yang baru, ia membuat sebuah revolusi dan menyiapkan sebuah tema yang akan ia jadikan pedoman dalam menjalankan hari-hari dalam satu tahun tersebut. Namun kali ini tidak. Dalam setiap doa, ia menyelipkan kalimat "Tuhan, kali ini aku kembali seperti awal tahun pertama hadir di tempat ini. Menyerahkan segalanya dan mengandalkan Tuhan. Kiranya Tuhan selalu menggenggam tangan yang lemah ini, seperti biasanya."

    Dia tahu bagaimana Tuhan sudah membawa wanita mungil ini ke tempat perantauan yang jauh, tidak mengenal siapapun dan rela berpisah dari orang-orang terkasih. Hanya bermodalkan doa dan berserah, dia memulai kembali kehidupannya dari awal. Mulai beradaptasi dengan lingkungan baru, orang-orang baru dan suasana baru. Terkadang ia merindukan kampung halamannya, namun ia tersadar bahwa inilah keputusan yang harus ia pertanggungjawabkan sampai akhir.

    Dalam diamnya, ia merenungkan betapa Tuhan sungguh ajaib dalam menenun masa depannya. Tak sedetikpun ia ditinggalkan, tak sedikitpun ia dilimpahkan berkat.  Ia bersyukur telah dibekali banyak hal. Dalam setiap musim kehidupan, ia telah berhasil melewati ujian yang silih berganti hadir. Tidak sedikit air mata yang tertumpah dan keringat yang tercucur, namun tak sedikit juga tawa yang hadir untuk menghibur dalam masa perkabungan.

    Jika melihat dari kaca spion, sudah banyak hal yang terjadi dan berhasil dilewati. Ternyata Tuhan selalu mendengar dan menjawab doa serta keinginannya di waktu yang tak pernah terduga. Oleh karena itu ia selalu optimis dan berani bermimpi bahwa ia sangat yakin bahwa Tuhan akan selalu mewujudkannya. Yang terpenting, "catat aja dulu daripada lupa, kalau terwujudnya lama biarkan waktu Tuhan yang bekerja".

Comments

Popular posts from this blog

Prolog Cerita

          Meli, sosok gadis kecil periang yang selalu memiliki rasa penasaran yang tinggi. Ia sangat keras kepala namun memiliki hati yang sangat lembut. Tak mengenal rasa takut untuk mencoba serta memiliki segudang cita-cita dan impian. Dengan jiwa sosialnya yang sangat tinggi kerap membuat ia pusing sendiri jika tidak bisa membantu mereka saat itu juga secara langsung. Dan akhirnya ia mempergunakan orang-orang di sekitarnya untuk merealisasikan bantuan tersebut. Lumayan juga, pikirnya.      Toa, begitu nama panggilannya. Lelaki yang terlahir dalam kesederhanaan dan tumbuh dewasa. Tak sesuai dengan umurnya, ia sudah memiliki pendiriannya sendiri, tidak mudah terpengaruh dengan keadaan namun tetap terbuka dengan setiap masukkan. Di balik sikapnya yang terlihat diam dan cuek, ternyata diam-diam dia mengamati orang-orang di sekitarnya.      Meli dan Toa, dua manusia dengan kepribadian yang berbeda. Meli yang ekstrovert dan Toa y...

Anak Tangga

     Setiap orang punya tangganya masing-masing. Setiap orang punya cara dan jarak langkahnya masing-masing. Baik naik ataupun turun, semua punya waktu dan prosesnya masing-masing. Ada juga di tengah prosesnya harus terhenti karena keadaan atau juga karena memang ia ingin berhenti sejenak untuk beristirahat. Ada yang menaiki tangga dengan perlahan, ada juga yang menaikinya dengan dua anak tangga sekaligus. Ada yang menuruni tangga sambil menikmatinya dan ada juga yang tiba-tiba terperosok karena tidak berhati-hati. Meskipun sakit karena terjatuh, ia harus tetap bangkit berdiri.      Sembari menaiki dan menuruni anak tangga, ia bisa menikmati prosesnya sambil melihat keindahan sekitar dengan tidak melupakan tujuannya. Lebih indah jika ada tangan yang berpegangan saat menikmati semua proses ini. Seakan ada orang lain yang ikut juga merasakan apa yang kita rasakan. Dengannya kita merasa lebih aman dan tidak takut untuk menaiki atau menuruni setiap anak tangga....

Pulang ke Rumah

       Senang rasanya bisa kembali pulang ke rumah setelah menjalani semua tugas dan tanggung jawab yang menguras tenaga dan pikiran. Pulang kali ini mungkin sedikit berbeda dari waktu-waktu sebelumnya. Ada sedikit yang berkurang namun tidak mengurangi rasa rindu itu.     Gubuk kecil yang dipenuhi oleh manusia-manusia berisik, aroma tungku yang terbakar, suara panci yang berdenting, semua hal sederhana semuanya ada di sini. Sejenak, cerita dan suara tawa mereka mampu melepaskan beban yang ada. Sungguh sebuah tempat peristirahatan yang nyaman.     Jauh dari jangkauan zaman membuat insan ini bisa lebih menyatu dengan alam. Ketenangan yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata namun hanya dapat dirasakan oleh jiwa. Ketenangan yang tidak bisa ditukar maupun dibeli dengan apapun.     Ayam berkokok, perlahan semua pintu dan jendela terbuka, cahaya matahari berlomba masuk menyinari kedalaman rumah.  Tidak ada aktifiitas yang istimewa, sem...