"Catat aja dulu dari pada lupa, kalau terwujudnya lama biarkan waktu Tuhan yang bekerja."
Biasanya sebelum memasuki tahun yang baru, ia membuat sebuah revolusi dan menyiapkan sebuah tema yang akan ia jadikan pedoman dalam menjalankan hari-hari dalam satu tahun tersebut. Namun kali ini tidak. Dalam setiap doa, ia menyelipkan kalimat "Tuhan, kali ini aku kembali seperti awal tahun pertama hadir di tempat ini. Menyerahkan segalanya dan mengandalkan Tuhan. Kiranya Tuhan selalu menggenggam tangan yang lemah ini, seperti biasanya."
Dia tahu bagaimana Tuhan sudah membawa wanita mungil ini ke tempat perantauan yang jauh, tidak mengenal siapapun dan rela berpisah dari orang-orang terkasih. Hanya bermodalkan doa dan berserah, dia memulai kembali kehidupannya dari awal. Mulai beradaptasi dengan lingkungan baru, orang-orang baru dan suasana baru. Terkadang ia merindukan kampung halamannya, namun ia tersadar bahwa inilah keputusan yang harus ia pertanggungjawabkan sampai akhir.
Dalam diamnya, ia merenungkan betapa Tuhan sungguh ajaib dalam menenun masa depannya. Tak sedetikpun ia ditinggalkan, tak sedikitpun ia dilimpahkan berkat. Ia bersyukur telah dibekali banyak hal. Dalam setiap musim kehidupan, ia telah berhasil melewati ujian yang silih berganti hadir. Tidak sedikit air mata yang tertumpah dan keringat yang tercucur, namun tak sedikit juga tawa yang hadir untuk menghibur dalam masa perkabungan.
Jika melihat dari kaca spion, sudah banyak hal yang terjadi dan berhasil dilewati. Ternyata Tuhan selalu mendengar dan menjawab doa serta keinginannya di waktu yang tak pernah terduga. Oleh karena itu ia selalu optimis dan berani bermimpi bahwa ia sangat yakin bahwa Tuhan akan selalu mewujudkannya. Yang terpenting, "catat aja dulu daripada lupa, kalau terwujudnya lama biarkan waktu Tuhan yang bekerja".

Comments
Post a Comment