Skip to main content

Pasangan Sendal

 


"Sendal saja punya pasangan, apalagi kita."

    Kalimat yang selalu ia dengar dari mulut seorang mama dan kalimat ini juga yang diyakininya. Akhirnya ia menemukan pasangan yang pas, yang sesuai dengan kebutuhannya dan juga yang ia mau. Setelah melewati beberapa episode yang melelahkan, ia dipertemukan dengan sosok yang tak pernah ia sangka-sangka. Bukan ia tidak percaya takdir ataupun akan menemukan pasangan di tempat ini. Tapi di saat fase berserah dan ingin lebih bebas menikmati hidup, justru pintu hatinya terbuka.
    Perkenalan yang tak disangka dan singkat, justru membuat keduanya saling terpaut satu sama lain. Perbedaan yang ada tak menjadi halangan untuk berbahagia. Memang tidak 100% selalu tertawa dan bahagia karena pasti ada saja hal yang kadang tidak sesuai keinginan. Tapi hampir sebagian besar mereka menjalaninya dengan canda dan tawa.
    Bersyukur, itulah yang selalu ia lakukan. Tidak ada lagi hal yang ia khawatirkan karena ia sudah menemukan pasangannya yang pas. Ia bisa menjadi dirinya sendiri, ada seseorang yang bisa ia andalkan dan sosok tersebut bisa membuat ia tenang dalam menjalani kehidupannya, serta ia tau bahwa sosok tersebut selalu mengusahakan yang terbaik untuknya dengan caranya sendiri. Sehingga ia selalu bersemangat untuk memperbaiki diri dan memberikan yang terbaik untuknya.
    Ternyata memaafkan dan mengikhlaskan masa lalu menuntunku ke masa sekarang dan digantikan dengan yang terbaik. Mungkin telinga mereka sudah kebal untuk mendengarkan cerita tentangmu yang selalu ku ceritakan dengan antusias dan tulisan-tulisan yang ku tuangkan ini tak cukup untukku menggambarkan sosokmu yang selalu menjadi salah satu alasanku untuk tetap bersyukur meskipun dalam keadaan yang tak baik-baik saja.
    Semoga kita selalu menjadi sepasang sendal, yang saling melengkapi dalam setiap perjalanan hidup dan yang selalu beriringan dalam setiap langkah yang diambil.

Comments

Popular posts from this blog

Prolog Cerita

          Meli, sosok gadis kecil periang yang selalu memiliki rasa penasaran yang tinggi. Ia sangat keras kepala namun memiliki hati yang sangat lembut. Tak mengenal rasa takut untuk mencoba serta memiliki segudang cita-cita dan impian. Dengan jiwa sosialnya yang sangat tinggi kerap membuat ia pusing sendiri jika tidak bisa membantu mereka saat itu juga secara langsung. Dan akhirnya ia mempergunakan orang-orang di sekitarnya untuk merealisasikan bantuan tersebut. Lumayan juga, pikirnya.      Toa, begitu nama panggilannya. Lelaki yang terlahir dalam kesederhanaan dan tumbuh dewasa. Tak sesuai dengan umurnya, ia sudah memiliki pendiriannya sendiri, tidak mudah terpengaruh dengan keadaan namun tetap terbuka dengan setiap masukkan. Di balik sikapnya yang terlihat diam dan cuek, ternyata diam-diam dia mengamati orang-orang di sekitarnya.      Meli dan Toa, dua manusia dengan kepribadian yang berbeda. Meli yang ekstrovert dan Toa y...

Anak Tangga

     Setiap orang punya tangganya masing-masing. Setiap orang punya cara dan jarak langkahnya masing-masing. Baik naik ataupun turun, semua punya waktu dan prosesnya masing-masing. Ada juga di tengah prosesnya harus terhenti karena keadaan atau juga karena memang ia ingin berhenti sejenak untuk beristirahat. Ada yang menaiki tangga dengan perlahan, ada juga yang menaikinya dengan dua anak tangga sekaligus. Ada yang menuruni tangga sambil menikmatinya dan ada juga yang tiba-tiba terperosok karena tidak berhati-hati. Meskipun sakit karena terjatuh, ia harus tetap bangkit berdiri.      Sembari menaiki dan menuruni anak tangga, ia bisa menikmati prosesnya sambil melihat keindahan sekitar dengan tidak melupakan tujuannya. Lebih indah jika ada tangan yang berpegangan saat menikmati semua proses ini. Seakan ada orang lain yang ikut juga merasakan apa yang kita rasakan. Dengannya kita merasa lebih aman dan tidak takut untuk menaiki atau menuruni setiap anak tangga....

Pulang ke Rumah

       Senang rasanya bisa kembali pulang ke rumah setelah menjalani semua tugas dan tanggung jawab yang menguras tenaga dan pikiran. Pulang kali ini mungkin sedikit berbeda dari waktu-waktu sebelumnya. Ada sedikit yang berkurang namun tidak mengurangi rasa rindu itu.     Gubuk kecil yang dipenuhi oleh manusia-manusia berisik, aroma tungku yang terbakar, suara panci yang berdenting, semua hal sederhana semuanya ada di sini. Sejenak, cerita dan suara tawa mereka mampu melepaskan beban yang ada. Sungguh sebuah tempat peristirahatan yang nyaman.     Jauh dari jangkauan zaman membuat insan ini bisa lebih menyatu dengan alam. Ketenangan yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata namun hanya dapat dirasakan oleh jiwa. Ketenangan yang tidak bisa ditukar maupun dibeli dengan apapun.     Ayam berkokok, perlahan semua pintu dan jendela terbuka, cahaya matahari berlomba masuk menyinari kedalaman rumah.  Tidak ada aktifiitas yang istimewa, sem...