"Sendal saja punya pasangan, apalagi kita." Kalimat yang selalu ia dengar dari mulut seorang mama dan kalimat ini juga yang diyakininya. Akhirnya ia menemukan pasangan yang pas, yang sesuai dengan kebutuhannya dan juga yang ia mau. Setelah melewati beberapa episode yang melelahkan, ia dipertemukan dengan sosok yang tak pernah ia sangka-sangka. Bukan ia tidak percaya takdir ataupun akan menemukan pasangan di tempat ini. Tapi di saat fase berserah dan ingin lebih bebas menikmati hidup, justru pintu hatinya terbuka. Perkenalan yang tak disangka dan singkat, justru membuat keduanya saling terpaut satu sama lain. Perbedaan yang ada tak menjadi halangan untuk berbahagia. Memang tidak 100% selalu tertawa dan bahagia karena pasti ada saja hal yang kadang tidak sesuai keinginan. Tapi hampir sebagian besar mereka menjalaninya dengan canda dan tawa. Bersyukur, itulah yang selalu ia lakukan. Tidak ada lagi hal yang ia khawatirkan karena ia suda...