Berjuta-juta tahun yang lalu manusia sudah ada sebagai penghuni muka bumi ini. Manusia-manusia ini telah melewati fase kehidupan yang sama, bahkan berbagai permasalahan yang mirip pula. Manusia dengan keanekaragaman karakter dan pribadi, hal ini membentuk dinamika kehidupan dan saling mempengaruhi manusia satu dengan manusia lainnya.
Ada manusia yang melakukan hal yang tak seharusnya dia lakukan, melakukan hal tersebut dengan keras dan secara terus menerus dapat membahayakan nyawanya. Ia sadar dan tidak takut akan konsekuensinya. Ada manusia yang pasrah akan lajur kehidupannya, ia telah kehilangan separuh hidupnya bersama dengan orang yang telah pergi meninggalkannya.
Ada manusia yang tetap bertahan di tengah prosesnya mengikhlaskan sesuatu, sesuatu yang ia rindukan selama ini. Ia menjeritkan doa setiap saat sambil meneteskan air mata. Ada manusia ceria yang selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk orang di sekitarnya, manusia yang bisa memahami kebutuhan dan perasaan orang lain. Namun bingung menunjukkan perasaannya yang sebenarnya.
Ada manusia yang menarik diri dari kehidupan sosial, muak dengan semua kemunafikkan yang tersebar. Ia memilih untuk mengasingkan diri dan berusaha untuk tidak dikenal oleh banyak orang. Ada manusia yang hanya mengikuti kemana takdir membawanya, manusia yang tidak terlalu ambil pusing akan segala hal karena ia percaya apa yang menjadi takdirnya akan tetap kembali kepadanya.
Ada manusia yang hanya bisa melihat semua fenomena ini, manusia yang belajar memahami orang lain dan diri sendiri. Manusia yang tidak dapat menjudge orang lain dengan sembarangan, namun dengan mudahnya menyalahkan diri sendiri.
Masih banyak lagi manusia-manusia di luar sana yang mempunyai jalannya masing-masing dalam menghadapi hiruk pikuk kehidupan ini. Adakah kalian dalam tulisan ini? Karena aku pun ada dalamnya.

Comments
Post a Comment