Aku menatap, menyentuh dan memeluknya. Aku melihat setiap detil wajahnya, aku merasakan kehangatan dan kenyamanan saatt bersamanya. Aku menikmati setiap detik yang berlalu.
Ketika aku bisa berjumpa, aku melihat. Ketika aku bisa bersapa gurau, aku mengatakannya. Ketika bisa berbahagia, aku tertawa. Ketika semua bisa dilakukan, aku melakukannya dengan tulus.
Tidak ada batas dan ruang, tidak ada hal terselubung dan tipu daya. Hanya ada dentingan waktu yang bergulir dan hembusan angin yang berkeliaran. Tidak ada jaminan untuk terus bahagia dan selalu bersama. Namun ada kasih di antara itu semua.
Kasih yang selalu ada di antara kita. Kasih yang selalu tumbuh. Kasih sebagai perekat jarak dan waktu. Kasih jugalah yang memampukan dan menguatkan. Kasih yang memberikan harapan. Kasih yang tanpa pura-pura nan ikhlas.
Di atas bumi dan di bawah langit, di antara semua makhluk hidup, hanya kasih yang ku punya yang menguatkanku hingga saat ini. Ketika aku tak lagi mampu melakukan kalimat pertama di atas, percayalah bahwa paragraf keempat selalu hidup di antara kita.

Comments
Post a Comment