Sampai kapan, dua kata yang akhir-akhir ini selalu terngiang dan menjadi pertanyaan dikala perasaan serta logika sedang berisik mengisi kekosongan hari. Dua kata ini tidak timbul begitu saja, ia lahir dikala sebuah peristiwa tiba-tiba mengetuk pintu hati dan menjadi sebuah pemikiran yang tiada akhir tanpa sebuah jawaban. Hanya beberapa insan yang bisa sadar akan makna dua kata ini. Setidaknya diantara kamu yang membaca ini pernah merasakan dan memikirkan hal yang sama.
Ada hal-hal yang terjadi begitu saja, diluar perkiraan dan persiapan manusia. Seakan hal itu membuktikan bahwa manusia itu lemah dan tak berdaya. Peristiwa baik maupun buruk silih berganti hadir memberi makna kehidupan. Lantas sampai kapan hal itu akan terjadi?
Sampai kapan menjalani kehidupan yang tak menentu? Sampai kapan hidup dalam kesesakan dan kekhawatiran? Sampai kapan menilai kehidupan orang lain tanpa pernah membenah diri sendiri? Sampai kapan berusaha terlihat baik-baik saja saat kamu ingin sekali teriak tanpa satupun orang yang tahu? Sampai kapan memperdulikan orang lain saat tidak seorangpun pernah bertanya tentang perasaanmu? Sampai kapan mengejar semua hal duniawi saat akhir kisah kehidupan kita hanyalah sebuah kematian?
Ini hanyalah sebagian kecil pertanyaan yang diambil dan diutarakan oleh sebagian insan. Adakah diantara mereka pernah muncul dibenak kalian? Atau baru saat ini kalian menyadarinya? Terkadang kita butuh waktu untuk memahaminya dan mencernanya dengan baik. Jika tidak bisa terjawab, setidaknya kita pernah sadar bahwa kata "sampai kapan" ini pernah hadir dipikiran kita untuk mengingatkan bahwa kita masih manusia yang sadar akan hal-hal yang tak bisa kita gapai.

Comments
Post a Comment