Skip to main content

Sampai Kapan

    Sampai kapan, dua kata yang akhir-akhir ini selalu terngiang dan menjadi pertanyaan dikala perasaan serta logika sedang berisik mengisi kekosongan hari. Dua kata ini tidak timbul begitu saja, ia lahir dikala sebuah peristiwa tiba-tiba mengetuk pintu hati dan menjadi sebuah pemikiran yang tiada akhir tanpa sebuah jawaban. Hanya beberapa insan yang bisa sadar akan makna dua kata ini. Setidaknya diantara kamu yang membaca ini pernah merasakan dan memikirkan hal yang sama.

  Ada hal-hal yang terjadi begitu saja, diluar perkiraan dan persiapan manusia. Seakan hal itu membuktikan bahwa manusia itu lemah dan tak berdaya. Peristiwa baik maupun buruk silih berganti hadir memberi makna kehidupan. Lantas sampai kapan hal itu akan terjadi?

  Sampai kapan menjalani kehidupan yang tak menentu? Sampai kapan hidup dalam kesesakan dan kekhawatiran? Sampai kapan menilai kehidupan orang lain tanpa pernah membenah diri sendiri? Sampai kapan berusaha terlihat baik-baik saja saat kamu ingin sekali teriak tanpa satupun orang yang tahu? Sampai kapan memperdulikan orang lain saat tidak seorangpun pernah bertanya tentang perasaanmu? Sampai kapan mengejar semua hal duniawi saat akhir kisah kehidupan kita hanyalah sebuah kematian?

    Ini hanyalah sebagian kecil pertanyaan yang diambil dan diutarakan oleh sebagian insan. Adakah diantara mereka pernah muncul dibenak kalian? Atau baru saat ini kalian menyadarinya? Terkadang kita butuh waktu untuk memahaminya dan mencernanya dengan baik. Jika tidak bisa terjawab, setidaknya kita pernah sadar bahwa kata "sampai kapan" ini pernah hadir dipikiran kita untuk mengingatkan bahwa kita masih manusia yang sadar akan hal-hal yang tak bisa kita gapai.

Comments

Popular posts from this blog

Prolog Cerita

          Meli, sosok gadis kecil periang yang selalu memiliki rasa penasaran yang tinggi. Ia sangat keras kepala namun memiliki hati yang sangat lembut. Tak mengenal rasa takut untuk mencoba serta memiliki segudang cita-cita dan impian. Dengan jiwa sosialnya yang sangat tinggi kerap membuat ia pusing sendiri jika tidak bisa membantu mereka saat itu juga secara langsung. Dan akhirnya ia mempergunakan orang-orang di sekitarnya untuk merealisasikan bantuan tersebut. Lumayan juga, pikirnya.      Toa, begitu nama panggilannya. Lelaki yang terlahir dalam kesederhanaan dan tumbuh dewasa. Tak sesuai dengan umurnya, ia sudah memiliki pendiriannya sendiri, tidak mudah terpengaruh dengan keadaan namun tetap terbuka dengan setiap masukkan. Di balik sikapnya yang terlihat diam dan cuek, ternyata diam-diam dia mengamati orang-orang di sekitarnya.      Meli dan Toa, dua manusia dengan kepribadian yang berbeda. Meli yang ekstrovert dan Toa y...

Anak Tangga

     Setiap orang punya tangganya masing-masing. Setiap orang punya cara dan jarak langkahnya masing-masing. Baik naik ataupun turun, semua punya waktu dan prosesnya masing-masing. Ada juga di tengah prosesnya harus terhenti karena keadaan atau juga karena memang ia ingin berhenti sejenak untuk beristirahat. Ada yang menaiki tangga dengan perlahan, ada juga yang menaikinya dengan dua anak tangga sekaligus. Ada yang menuruni tangga sambil menikmatinya dan ada juga yang tiba-tiba terperosok karena tidak berhati-hati. Meskipun sakit karena terjatuh, ia harus tetap bangkit berdiri.      Sembari menaiki dan menuruni anak tangga, ia bisa menikmati prosesnya sambil melihat keindahan sekitar dengan tidak melupakan tujuannya. Lebih indah jika ada tangan yang berpegangan saat menikmati semua proses ini. Seakan ada orang lain yang ikut juga merasakan apa yang kita rasakan. Dengannya kita merasa lebih aman dan tidak takut untuk menaiki atau menuruni setiap anak tangga....

Pulang ke Rumah

       Senang rasanya bisa kembali pulang ke rumah setelah menjalani semua tugas dan tanggung jawab yang menguras tenaga dan pikiran. Pulang kali ini mungkin sedikit berbeda dari waktu-waktu sebelumnya. Ada sedikit yang berkurang namun tidak mengurangi rasa rindu itu.     Gubuk kecil yang dipenuhi oleh manusia-manusia berisik, aroma tungku yang terbakar, suara panci yang berdenting, semua hal sederhana semuanya ada di sini. Sejenak, cerita dan suara tawa mereka mampu melepaskan beban yang ada. Sungguh sebuah tempat peristirahatan yang nyaman.     Jauh dari jangkauan zaman membuat insan ini bisa lebih menyatu dengan alam. Ketenangan yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata namun hanya dapat dirasakan oleh jiwa. Ketenangan yang tidak bisa ditukar maupun dibeli dengan apapun.     Ayam berkokok, perlahan semua pintu dan jendela terbuka, cahaya matahari berlomba masuk menyinari kedalaman rumah.  Tidak ada aktifiitas yang istimewa, sem...