Kita tahu
bahwa hidup tidak selalu penuh dengan tawa dan bahagia. Tidak semua hal yang
kita harapkan akan bisa terjadi dalam hidup kita. Terkadang juga rencana yang
sudah kita siapkan dengan baik harus berhenti sebelum memulainya. Bergumul dengan
kekhawatiran, berdamai dengan keadaan, memaafkan tanpa membenci, serta
mengikhlaskan adalah sesuatu yang sangat susah kita lakukan. Namun, susah bukan
berarti tidak bisa bukan? Kita belajar agar terbiasa, sehingga hal ini bukan lagi
sesuatu yang sulit untuk kita lakukan.
Kepergiannya
serta kehilangannya untuk selama-lamanya mengantarkan ku kepada sebuah
kesadaran. Kesadaran bahwa aku ada karena mereka, aku tak kekurangan apapun
karena mereka melengkapi diri ini. Baik mereka yang sudah lebih dulu mengenal
diri ini ataupun mereka yang baru saja bertemu dan langsung membentangkan kedua
tangannya untuk menerima pribadi ini.
Ternyata aku
hanya kurang bersyukur, tidak bisa melihat semua yang sudah ada. Mataku
tertutup oleh kepalsuan dunia, hatiku tertekan oleh perlombaan yang dibuat
sendiri oleh manusia. Ku kira duka ku ini adalah sebuah kemalanganku ternyata
tidak, duka ku mengantarkan ku kepada jati diriku. Menyadarkanku akan hal-hal indah
yang selalu menyertaiku.
Lantas haruskah
aku selalu bersedih? Jika nyatanya ada suka yang ku dapat sehabis duka. Bukankah
baik duka dan suka merupakan dinamika kehidupan? Akan selalu ada hal baik yang
mengikuti jika tak ada sedikitpun niat jahat yang kita miliki. Berbahagialah
karena kau tak pernah kehilangan dirimu sendiri. Justru kau melihat bahwa kau sedang
berproses menjadi emas murni. Dan di akhir cerita, kau akan menemukan apa yang
kau doakan selama ini.

Comments
Post a Comment