Skip to main content

Suka Sehabis Duka

 


Kita tahu bahwa hidup tidak selalu penuh dengan tawa dan bahagia. Tidak semua hal yang kita harapkan akan bisa terjadi dalam hidup kita. Terkadang juga rencana yang sudah kita siapkan dengan baik harus berhenti sebelum memulainya. Bergumul dengan kekhawatiran, berdamai dengan keadaan, memaafkan tanpa membenci, serta mengikhlaskan adalah sesuatu yang sangat susah kita lakukan. Namun, susah bukan berarti tidak bisa bukan? Kita belajar agar terbiasa, sehingga hal ini bukan lagi sesuatu yang sulit untuk kita lakukan.

Kepergiannya serta kehilangannya untuk selama-lamanya mengantarkan ku kepada sebuah kesadaran. Kesadaran bahwa aku ada karena mereka, aku tak kekurangan apapun karena mereka melengkapi diri ini. Baik mereka yang sudah lebih dulu mengenal diri ini ataupun mereka yang baru saja bertemu dan langsung membentangkan kedua tangannya untuk menerima pribadi ini.

Ternyata aku hanya kurang bersyukur, tidak bisa melihat semua yang sudah ada. Mataku tertutup oleh kepalsuan dunia, hatiku tertekan oleh perlombaan yang dibuat sendiri oleh manusia. Ku kira duka ku ini adalah sebuah kemalanganku ternyata tidak, duka ku mengantarkan ku kepada jati diriku. Menyadarkanku akan hal-hal indah yang selalu menyertaiku.

Lantas haruskah aku selalu bersedih? Jika nyatanya ada suka yang ku dapat sehabis duka. Bukankah baik duka dan suka merupakan dinamika kehidupan? Akan selalu ada hal baik yang mengikuti jika tak ada sedikitpun niat jahat yang kita miliki. Berbahagialah karena kau tak pernah kehilangan dirimu sendiri. Justru kau melihat bahwa kau sedang berproses menjadi emas murni. Dan di akhir cerita, kau akan menemukan apa yang kau doakan selama ini.


Comments

Popular posts from this blog

Prolog Cerita

          Meli, sosok gadis kecil periang yang selalu memiliki rasa penasaran yang tinggi. Ia sangat keras kepala namun memiliki hati yang sangat lembut. Tak mengenal rasa takut untuk mencoba serta memiliki segudang cita-cita dan impian. Dengan jiwa sosialnya yang sangat tinggi kerap membuat ia pusing sendiri jika tidak bisa membantu mereka saat itu juga secara langsung. Dan akhirnya ia mempergunakan orang-orang di sekitarnya untuk merealisasikan bantuan tersebut. Lumayan juga, pikirnya.      Toa, begitu nama panggilannya. Lelaki yang terlahir dalam kesederhanaan dan tumbuh dewasa. Tak sesuai dengan umurnya, ia sudah memiliki pendiriannya sendiri, tidak mudah terpengaruh dengan keadaan namun tetap terbuka dengan setiap masukkan. Di balik sikapnya yang terlihat diam dan cuek, ternyata diam-diam dia mengamati orang-orang di sekitarnya.      Meli dan Toa, dua manusia dengan kepribadian yang berbeda. Meli yang ekstrovert dan Toa y...

Anak Tangga

     Setiap orang punya tangganya masing-masing. Setiap orang punya cara dan jarak langkahnya masing-masing. Baik naik ataupun turun, semua punya waktu dan prosesnya masing-masing. Ada juga di tengah prosesnya harus terhenti karena keadaan atau juga karena memang ia ingin berhenti sejenak untuk beristirahat. Ada yang menaiki tangga dengan perlahan, ada juga yang menaikinya dengan dua anak tangga sekaligus. Ada yang menuruni tangga sambil menikmatinya dan ada juga yang tiba-tiba terperosok karena tidak berhati-hati. Meskipun sakit karena terjatuh, ia harus tetap bangkit berdiri.      Sembari menaiki dan menuruni anak tangga, ia bisa menikmati prosesnya sambil melihat keindahan sekitar dengan tidak melupakan tujuannya. Lebih indah jika ada tangan yang berpegangan saat menikmati semua proses ini. Seakan ada orang lain yang ikut juga merasakan apa yang kita rasakan. Dengannya kita merasa lebih aman dan tidak takut untuk menaiki atau menuruni setiap anak tangga....

Pulang ke Rumah

       Senang rasanya bisa kembali pulang ke rumah setelah menjalani semua tugas dan tanggung jawab yang menguras tenaga dan pikiran. Pulang kali ini mungkin sedikit berbeda dari waktu-waktu sebelumnya. Ada sedikit yang berkurang namun tidak mengurangi rasa rindu itu.     Gubuk kecil yang dipenuhi oleh manusia-manusia berisik, aroma tungku yang terbakar, suara panci yang berdenting, semua hal sederhana semuanya ada di sini. Sejenak, cerita dan suara tawa mereka mampu melepaskan beban yang ada. Sungguh sebuah tempat peristirahatan yang nyaman.     Jauh dari jangkauan zaman membuat insan ini bisa lebih menyatu dengan alam. Ketenangan yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata namun hanya dapat dirasakan oleh jiwa. Ketenangan yang tidak bisa ditukar maupun dibeli dengan apapun.     Ayam berkokok, perlahan semua pintu dan jendela terbuka, cahaya matahari berlomba masuk menyinari kedalaman rumah.  Tidak ada aktifiitas yang istimewa, sem...