Sebagian dari kita mungkin
percaya bahwa setiap peristiwa terjadi karena adanya hukum sebab akibat, jika
seperti ini maka akan seperti itu. Serta
adanya makna yang ingin disampaikan kepada kita secara tersirat. Hingga
akhirnya aku pun mulai merangkumi semua peristiwa yang terjadi baik itu peristiwa
kemarin ataupun peristiwa yang sudah lama terjadi.
Jika waktu itu aku dilahirkan
dari keluarga yang utuh, mungkin sekarang aku tidak akan pernah merasakan kasih
yang tulus dari nenek serta para paman yang begitu baik dan perduli. Aku tidak
akan pernah bertemu dengan para jemaat Gereja yang hingga saat ini masih
perduli dan mengirimkan doa-doanya kepadaku.
Jika waktu itu aku hanya memikirkan
perasaanku sendiri tanpa memikirkan kebutuhan mama, mungkin aku tidak akan
pernah merasakan kehangatan mereka dan tidak percaya bahwa masih ada kasih
tanpa memandang asal ataupun darah. Aku tidak akan percaya bahwa masih ada
orang yang mau terbuka menerima, merangkul dan menganggap kita adalah bagian
dari mereka. Aku tidak akan pernah tahu sungguh bermaknanya momen saat semua
keluarga besar berkumpul menjadi satu.
Jika waktu itu aku tidak memilih
karir ku sekarang, mungkin aku tidak bisa belajar menahan keinginan, mengelola dan
belajar bersyukur akan keterbatasan untuk hidup berkecukupan. Mungkin saat ini
aku hanya akan mengeluh dengan tugas yang menumpuk dan mengandalkan semua
fasilitas yang sudah disediakan.
Jika waktu itu aku tidak
memberanikan diri untuk membuka hati, mungkin aku tidak akan pernah merasakan semua
momen yang pernah dirasakan kaum muda pada umumnya, aku tidak akan pernah tahu bagaimana
aku bersikap terhadap pasangan dan tidak akan pernah tahu sosok seperti apa
yang aku butuhkan serta gambaran masa depan seperti apa yang aku ingin bangun bersama
nantinya.
Jika tidak ada kematian di
sekitarku, mungkin aku tidak akan pernah menghargai waktu, tidak akan pernah
menghargai kehadiran orang-orang di sekitarku, aku akan hidup bebas dengan
kebahagiaanku sendiri tanpa memikirkan perasaan mereka sedikitpun dan aku
menjadi manusia egois yang pernah ada.
Semua terjadi begitu saja, apa yang
terjadi ternyata begitu indah. Benar jika ada rasa luka, kecewa dan amarah yang
terjadi di dalamnya. Namun setelah dipahami, aku justru menjadi bersyukur
karena mampu melewati semua dan aku bahagia atas pilihan hidup yang ku pilih
meski terkadang harus mengorbankan perasaan sendiri.
Semoga kamu yang membaca ini juga mampu memaknai semua skenario kehidupan yang terjadi dengan baik dan belajar dari setiap kesalahan sehingga kamu dan aku mampu menjadi manusia dengan versi terbaik walaupun terkadang dunia tidak selalu baik dengan kita.

Comments
Post a Comment