Aku lahir tanpa membawa apa-apa. Aku lahir tanpa tahu bagaimana bentuk fisikku sebenarnya. Aku lahir tanpa bisa memilih keluarga seperti apa yang ku mau. Aku lahir tanpa ingat perjanjian seberapa lama masaku tinggal di tempat ini. Aku tumbuh dengan situasi dan keadaan yang sudah terjadi tanpa bisa ku ubah. Aku tumbuh dengan orang-orang yang sudah diatur oleh alam. Aku tumbuh dengan masa lalu yang sudah menjadi bagian takdirku. Aku hidup untuk diriku. Aku hidup untuk mencintai apa yang sudah dipercayakan menjadi bagianku. Aku hidup untuk mereka yang selalu mendukung dan memberiku warna. Aku harus tetap hidup hingga tugasku benar-benar selesai. Pada musim tandus, mereka menghujaniku dengan candaan. Pada musim dingin, mereka menghangatkanku dengan kepedulian. Pada musim gugur, mereka menguatkanku dengan momen-momen yang sudah pernah terlewati. Pada musim semi, mereka ikut bahagia akan kesenanganku. ...