Skip to main content

SEMUA ADA MASA

 


    Seperti siang ganti malam, musim gugur menjadi musim semi, semua ada masanya. Begitu juga dalam kehidupan. Ada masa untuk bahagia dan bersedih, tertawa dan menangis. Masa untuk menabur dan menuai. Masa untuk berproses dan menikmati jerih payah. Hingga masa untuk dicintai dan dikhianati.

    Ada masa terluka dan tersakiti, tapi ada masa semua terobati dan kembali pulih. Ada masa seakan harapan sudah lenyap, tapi ada masa secercah cahaya menerangi jalan keluar.

    Mimpi dan cita-cita akan terpatahkan oleh kenyataan, namun akan tumbuh kembali oleh keyakinan diri. Situasi boleh menyesakkan dada hingga jiwa berharap segera berakhir, namun masih ada orang-orang yang memberikan kelegaan.

    Ada saatnya kaki ini tersandung dan terjatuh berkali-kali. Ada saatnya hati lelah untuk memahami dan mengerti. Ada saatnya kepala ini berhenti untuk memikirkan semua kemungkinan yang terjadi. Ada saatnya menceritakan segala sesuatu hingga sampai saatnya menutup dan memendam semua hal yang terjadi. Ada saatnya kita menanyakan segala sesuatu hingga sampai saatnya berpura-pura tidak tahu seakan tidak terjadi apa-apa.

Hanya kalimat “Semua Ada Masa” yang bisa menenangkan peperangan antara hati dan pikiran. Dengan begitu kita bisa menjalani kehidupan dengan lebih tenang.

Comments

Popular posts from this blog

Prolog Cerita

          Meli, sosok gadis kecil periang yang selalu memiliki rasa penasaran yang tinggi. Ia sangat keras kepala namun memiliki hati yang sangat lembut. Tak mengenal rasa takut untuk mencoba serta memiliki segudang cita-cita dan impian. Dengan jiwa sosialnya yang sangat tinggi kerap membuat ia pusing sendiri jika tidak bisa membantu mereka saat itu juga secara langsung. Dan akhirnya ia mempergunakan orang-orang di sekitarnya untuk merealisasikan bantuan tersebut. Lumayan juga, pikirnya.      Toa, begitu nama panggilannya. Lelaki yang terlahir dalam kesederhanaan dan tumbuh dewasa. Tak sesuai dengan umurnya, ia sudah memiliki pendiriannya sendiri, tidak mudah terpengaruh dengan keadaan namun tetap terbuka dengan setiap masukkan. Di balik sikapnya yang terlihat diam dan cuek, ternyata diam-diam dia mengamati orang-orang di sekitarnya.      Meli dan Toa, dua manusia dengan kepribadian yang berbeda. Meli yang ekstrovert dan Toa y...

Anak Tangga

     Setiap orang punya tangganya masing-masing. Setiap orang punya cara dan jarak langkahnya masing-masing. Baik naik ataupun turun, semua punya waktu dan prosesnya masing-masing. Ada juga di tengah prosesnya harus terhenti karena keadaan atau juga karena memang ia ingin berhenti sejenak untuk beristirahat. Ada yang menaiki tangga dengan perlahan, ada juga yang menaikinya dengan dua anak tangga sekaligus. Ada yang menuruni tangga sambil menikmatinya dan ada juga yang tiba-tiba terperosok karena tidak berhati-hati. Meskipun sakit karena terjatuh, ia harus tetap bangkit berdiri.      Sembari menaiki dan menuruni anak tangga, ia bisa menikmati prosesnya sambil melihat keindahan sekitar dengan tidak melupakan tujuannya. Lebih indah jika ada tangan yang berpegangan saat menikmati semua proses ini. Seakan ada orang lain yang ikut juga merasakan apa yang kita rasakan. Dengannya kita merasa lebih aman dan tidak takut untuk menaiki atau menuruni setiap anak tangga....

Pulang ke Rumah

       Senang rasanya bisa kembali pulang ke rumah setelah menjalani semua tugas dan tanggung jawab yang menguras tenaga dan pikiran. Pulang kali ini mungkin sedikit berbeda dari waktu-waktu sebelumnya. Ada sedikit yang berkurang namun tidak mengurangi rasa rindu itu.     Gubuk kecil yang dipenuhi oleh manusia-manusia berisik, aroma tungku yang terbakar, suara panci yang berdenting, semua hal sederhana semuanya ada di sini. Sejenak, cerita dan suara tawa mereka mampu melepaskan beban yang ada. Sungguh sebuah tempat peristirahatan yang nyaman.     Jauh dari jangkauan zaman membuat insan ini bisa lebih menyatu dengan alam. Ketenangan yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata namun hanya dapat dirasakan oleh jiwa. Ketenangan yang tidak bisa ditukar maupun dibeli dengan apapun.     Ayam berkokok, perlahan semua pintu dan jendela terbuka, cahaya matahari berlomba masuk menyinari kedalaman rumah.  Tidak ada aktifiitas yang istimewa, sem...