Skip to main content

Mezbah Doa


    Hidupku yang ku lewati penuh dengan ketidakpastian. Tuhan ajar aku untuk bisa berserah melawatinya. Ajar aku untuk tetap percaya bahwa Engkau bekerja untuk mendatangkan kebaikan. Badai terus menerpa, sehingga aku berlari ke mezbah-Mu dan tersungkur di hadapan-Mu. Tangan-Mu mengangkatku, teguhkan iman, puaskan jiwaku yang mengering. Kekuatanku di dalam Mu. Terimakasih untuk perkenaan-Mu yang selalu ada bagiku, untuk kekuatan dan semua berkat yang boleh ku rasakan setiap saat. Untuk perlindungan dan orang-orang baik yang Engkau kirim di kehidupanku.

    Hamba letakkan semua kekhawatiran akan masa depan, ketakutan akan sisa waktu yang tak menentu. Mampukan ku untuk tetap kokoh dalam pengharapan, sekalipun tak seorangpun yang mengerti, biarkan aku tetap diam dalam hadirat-Mu.

    Tiap malam jiwaku meronta, menahan kesakitan yang tak berkesudahan. Batinku melemah dalam kesesakan, oleh keadaan dan pikiran yang meracau tiada henti. Bolehkah aku menyerah? Apakah Engkau akan murka terhadap aku? Jangan, sekali ini saja biarkan aku beristirahat dengan tenang. Sudah banyak usaha dan derita yang ditanggung.

    Di mezbah ini, ku letakkan semua topeng dan baju zirah. Ku serahkan semua ikatan yang terjalin. Air mata tak bisa lagi mengalir. Semua yang ku utarakan adalah jeritan hatiku. Tuhan, di mezbah ini ku letakkan doaku, kiranya Engkau tetap melindungi tiap langkah mereka yang ku kasihi. Biarkanlah kehidupan tetap berjalan seperti biasa. Jangan biarkan luka tertinggal dalam hati, namun buatlah esensi ku seperti debu yang tak terlihat hadir dalam hidup mereka.

    Oleh sebab itu, aku tak lagi meminta bahagia di setiap waktu, namun berikanlah hati yang luas agar selalu mampu menerima segala sesuatu baik duka maupun suka. Penuhi aku dengan kasih setia sehingga dengan tubuh yang lemah ini aku tetap bisa mengasihi hingga waktu kesudahanku tiba.

Comments

Popular posts from this blog

Prolog Cerita

          Meli, sosok gadis kecil periang yang selalu memiliki rasa penasaran yang tinggi. Ia sangat keras kepala namun memiliki hati yang sangat lembut. Tak mengenal rasa takut untuk mencoba serta memiliki segudang cita-cita dan impian. Dengan jiwa sosialnya yang sangat tinggi kerap membuat ia pusing sendiri jika tidak bisa membantu mereka saat itu juga secara langsung. Dan akhirnya ia mempergunakan orang-orang di sekitarnya untuk merealisasikan bantuan tersebut. Lumayan juga, pikirnya.      Toa, begitu nama panggilannya. Lelaki yang terlahir dalam kesederhanaan dan tumbuh dewasa. Tak sesuai dengan umurnya, ia sudah memiliki pendiriannya sendiri, tidak mudah terpengaruh dengan keadaan namun tetap terbuka dengan setiap masukkan. Di balik sikapnya yang terlihat diam dan cuek, ternyata diam-diam dia mengamati orang-orang di sekitarnya.      Meli dan Toa, dua manusia dengan kepribadian yang berbeda. Meli yang ekstrovert dan Toa y...

Anak Tangga

     Setiap orang punya tangganya masing-masing. Setiap orang punya cara dan jarak langkahnya masing-masing. Baik naik ataupun turun, semua punya waktu dan prosesnya masing-masing. Ada juga di tengah prosesnya harus terhenti karena keadaan atau juga karena memang ia ingin berhenti sejenak untuk beristirahat. Ada yang menaiki tangga dengan perlahan, ada juga yang menaikinya dengan dua anak tangga sekaligus. Ada yang menuruni tangga sambil menikmatinya dan ada juga yang tiba-tiba terperosok karena tidak berhati-hati. Meskipun sakit karena terjatuh, ia harus tetap bangkit berdiri.      Sembari menaiki dan menuruni anak tangga, ia bisa menikmati prosesnya sambil melihat keindahan sekitar dengan tidak melupakan tujuannya. Lebih indah jika ada tangan yang berpegangan saat menikmati semua proses ini. Seakan ada orang lain yang ikut juga merasakan apa yang kita rasakan. Dengannya kita merasa lebih aman dan tidak takut untuk menaiki atau menuruni setiap anak tangga....

Pulang ke Rumah

       Senang rasanya bisa kembali pulang ke rumah setelah menjalani semua tugas dan tanggung jawab yang menguras tenaga dan pikiran. Pulang kali ini mungkin sedikit berbeda dari waktu-waktu sebelumnya. Ada sedikit yang berkurang namun tidak mengurangi rasa rindu itu.     Gubuk kecil yang dipenuhi oleh manusia-manusia berisik, aroma tungku yang terbakar, suara panci yang berdenting, semua hal sederhana semuanya ada di sini. Sejenak, cerita dan suara tawa mereka mampu melepaskan beban yang ada. Sungguh sebuah tempat peristirahatan yang nyaman.     Jauh dari jangkauan zaman membuat insan ini bisa lebih menyatu dengan alam. Ketenangan yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata namun hanya dapat dirasakan oleh jiwa. Ketenangan yang tidak bisa ditukar maupun dibeli dengan apapun.     Ayam berkokok, perlahan semua pintu dan jendela terbuka, cahaya matahari berlomba masuk menyinari kedalaman rumah.  Tidak ada aktifiitas yang istimewa, sem...