Hidupku yang ku lewati penuh dengan ketidakpastian. Tuhan ajar aku untuk bisa berserah melawatinya. Ajar aku untuk tetap percaya bahwa Engkau bekerja untuk mendatangkan kebaikan. Badai terus menerpa, sehingga aku berlari ke mezbah-Mu dan tersungkur di hadapan-Mu. Tangan-Mu mengangkatku, teguhkan iman, puaskan jiwaku yang mengering. Kekuatanku di dalam Mu. Terimakasih untuk perkenaan-Mu yang selalu ada bagiku, untuk kekuatan dan semua berkat yang boleh ku rasakan setiap saat. Untuk perlindungan dan orang-orang baik yang Engkau kirim di kehidupanku.
Hamba letakkan semua kekhawatiran akan masa depan, ketakutan akan sisa waktu yang tak menentu. Mampukan ku untuk tetap kokoh dalam pengharapan, sekalipun tak seorangpun yang mengerti, biarkan aku tetap diam dalam hadirat-Mu.
Tiap malam jiwaku meronta, menahan kesakitan yang tak berkesudahan. Batinku melemah dalam kesesakan, oleh keadaan dan pikiran yang meracau tiada henti. Bolehkah aku menyerah? Apakah Engkau akan murka terhadap aku? Jangan, sekali ini saja biarkan aku beristirahat dengan tenang. Sudah banyak usaha dan derita yang ditanggung.
Di mezbah ini, ku letakkan semua topeng dan baju zirah. Ku serahkan semua ikatan yang terjalin. Air mata tak bisa lagi mengalir. Semua yang ku utarakan adalah jeritan hatiku. Tuhan, di mezbah ini ku letakkan doaku, kiranya Engkau tetap melindungi tiap langkah mereka yang ku kasihi. Biarkanlah kehidupan tetap berjalan seperti biasa. Jangan biarkan luka tertinggal dalam hati, namun buatlah esensi ku seperti debu yang tak terlihat hadir dalam hidup mereka.
Oleh sebab itu, aku tak lagi meminta bahagia di setiap waktu, namun berikanlah hati yang luas agar selalu mampu menerima segala sesuatu baik duka maupun suka. Penuhi aku dengan kasih setia sehingga dengan tubuh yang lemah ini aku tetap bisa mengasihi hingga waktu kesudahanku tiba.

Comments
Post a Comment