Skip to main content

Kisah Platonik


    Aku adalah seorang pelajar dan pengamat setia yang selalu menyibukkan diri dengan berbagai macam kegiatan. Pikiran ku hanya ada tentang makanan, liburan dan kesenangan lainnya. Aku hanya ingin menciptakan kenyamanan ku sendiri karena sulit bagi ku untuk bisa membuka dan menerima orang baru dalam kehidupanku. Pendidikan, karir, prestasi dan pertemanan adalah hal yang sangat ku banggakan. Aku bisa mencapai semuanya dan aku punya lingkungan sosial yang suportif. Sehingga tidak ada waktu bagi ku untuk menjalin hubungan romansa dengan orang lain, karena aku merasa selalu gagal dalam hal ini.
    Tiba-tiba semesta mempertemukan aku dengan dia. Sosok asing nan misterius yang bisa membuatku penasaran. Pada awalnya tidak ada alasan bagi ku dan dia untuk tetap dekat dan bersama sampai perasaan itu perlahan muncul dan tumbuh sampai saat ini. Hingga suatu hari dia menjatuhkan dan mematahkan harapan yang tanpa sadar ternyata sudah ku miliki. Kembali terluka dan kecewa.
    Kata netizen jarak bukanlah sebuah masalah, jika dia memang benar sayang dan berkomitmen maka sebanyak apapun godaan di luar sana dia akan tetap memikirkan mu. Kata netizen komunikasi adalah sebuah kunci dari sebuah hubungan, bagaimana jika hanya ada satu pihak saja yang terbuka akan perasaan dan pikirannya sedangkan pihak yang lain hanya sebagai pendengar dan pengamat? Menurut penelitian bahwa respek lah yang menjadi poin utama dalam kelanggengan hubungan, bagaimana jika respek itu sudah mulai memudar, apakah hubungan itu akan tetap bertahan?
    Aku, sudah melalui banyak hal dan proses jatuh bangun dalam kehidupan ini. Tidak hanya satu atau dua kali saja dikecewakan ataupun dikhianati oleh orang yang sudah kita percayai. Aku kembali menyembuhkan luka ku sendiri dengan berbagai macam cara. Sampai akhirnya aku meminta temanku untuk menemaniku dan mendengarkan kisah sedihku.
    Dia memperlakukanku dengan lembut, dia membebaskanku, dia menghargai dan menyadari semua usaha yang sudah ku lakukan. Usaha yang mungkin tidak disadari oleh sosok misterius itu, mungkin baginya itu adalah hal biasa yang dia dapatkan dari pasangan sebelumnya. Dengan dia yang sudah ku anggap sebagai teman karib, aku menyadari hal-hal apa saja yang ternyata menjadi kebutuhanku dari pasangan. Saat ini aku hanya ingin menikmati pertemananku dengan dia tanpa perduli apapun sampai sosok misterius itu menyadari bahwa aku perlahan pergi karena nyatanya tidak ada tangan yang tergenggam dari awal. Hanya ada aku dan harapan semu. Apapun yang sudah ditakdirkan akan tetap kembali meskipun sudah terlepas.

Comments

Popular posts from this blog

Prolog Cerita

          Meli, sosok gadis kecil periang yang selalu memiliki rasa penasaran yang tinggi. Ia sangat keras kepala namun memiliki hati yang sangat lembut. Tak mengenal rasa takut untuk mencoba serta memiliki segudang cita-cita dan impian. Dengan jiwa sosialnya yang sangat tinggi kerap membuat ia pusing sendiri jika tidak bisa membantu mereka saat itu juga secara langsung. Dan akhirnya ia mempergunakan orang-orang di sekitarnya untuk merealisasikan bantuan tersebut. Lumayan juga, pikirnya.      Toa, begitu nama panggilannya. Lelaki yang terlahir dalam kesederhanaan dan tumbuh dewasa. Tak sesuai dengan umurnya, ia sudah memiliki pendiriannya sendiri, tidak mudah terpengaruh dengan keadaan namun tetap terbuka dengan setiap masukkan. Di balik sikapnya yang terlihat diam dan cuek, ternyata diam-diam dia mengamati orang-orang di sekitarnya.      Meli dan Toa, dua manusia dengan kepribadian yang berbeda. Meli yang ekstrovert dan Toa y...

Anak Tangga

     Setiap orang punya tangganya masing-masing. Setiap orang punya cara dan jarak langkahnya masing-masing. Baik naik ataupun turun, semua punya waktu dan prosesnya masing-masing. Ada juga di tengah prosesnya harus terhenti karena keadaan atau juga karena memang ia ingin berhenti sejenak untuk beristirahat. Ada yang menaiki tangga dengan perlahan, ada juga yang menaikinya dengan dua anak tangga sekaligus. Ada yang menuruni tangga sambil menikmatinya dan ada juga yang tiba-tiba terperosok karena tidak berhati-hati. Meskipun sakit karena terjatuh, ia harus tetap bangkit berdiri.      Sembari menaiki dan menuruni anak tangga, ia bisa menikmati prosesnya sambil melihat keindahan sekitar dengan tidak melupakan tujuannya. Lebih indah jika ada tangan yang berpegangan saat menikmati semua proses ini. Seakan ada orang lain yang ikut juga merasakan apa yang kita rasakan. Dengannya kita merasa lebih aman dan tidak takut untuk menaiki atau menuruni setiap anak tangga....

Pulang ke Rumah

       Senang rasanya bisa kembali pulang ke rumah setelah menjalani semua tugas dan tanggung jawab yang menguras tenaga dan pikiran. Pulang kali ini mungkin sedikit berbeda dari waktu-waktu sebelumnya. Ada sedikit yang berkurang namun tidak mengurangi rasa rindu itu.     Gubuk kecil yang dipenuhi oleh manusia-manusia berisik, aroma tungku yang terbakar, suara panci yang berdenting, semua hal sederhana semuanya ada di sini. Sejenak, cerita dan suara tawa mereka mampu melepaskan beban yang ada. Sungguh sebuah tempat peristirahatan yang nyaman.     Jauh dari jangkauan zaman membuat insan ini bisa lebih menyatu dengan alam. Ketenangan yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata namun hanya dapat dirasakan oleh jiwa. Ketenangan yang tidak bisa ditukar maupun dibeli dengan apapun.     Ayam berkokok, perlahan semua pintu dan jendela terbuka, cahaya matahari berlomba masuk menyinari kedalaman rumah.  Tidak ada aktifiitas yang istimewa, sem...