Aku adalah seorang pelajar dan pengamat setia yang selalu menyibukkan diri dengan berbagai macam kegiatan. Pikiran ku hanya ada tentang makanan, liburan dan kesenangan lainnya. Aku hanya ingin menciptakan kenyamanan ku sendiri karena sulit bagi ku untuk bisa membuka dan menerima orang baru dalam kehidupanku. Pendidikan, karir, prestasi dan pertemanan adalah hal yang sangat ku banggakan. Aku bisa mencapai semuanya dan aku punya lingkungan sosial yang suportif. Sehingga tidak ada waktu bagi ku untuk menjalin hubungan romansa dengan orang lain, karena aku merasa selalu gagal dalam hal ini.
Tiba-tiba semesta mempertemukan aku dengan dia. Sosok asing nan misterius yang bisa membuatku penasaran. Pada awalnya tidak ada alasan bagi ku dan dia untuk tetap dekat dan bersama sampai perasaan itu perlahan muncul dan tumbuh sampai saat ini. Hingga suatu hari dia menjatuhkan dan mematahkan harapan yang tanpa sadar ternyata sudah ku miliki. Kembali terluka dan kecewa.
Kata netizen jarak bukanlah sebuah masalah, jika dia memang benar sayang dan berkomitmen maka sebanyak apapun godaan di luar sana dia akan tetap memikirkan mu. Kata netizen komunikasi adalah sebuah kunci dari sebuah hubungan, bagaimana jika hanya ada satu pihak saja yang terbuka akan perasaan dan pikirannya sedangkan pihak yang lain hanya sebagai pendengar dan pengamat? Menurut penelitian bahwa respek lah yang menjadi poin utama dalam kelanggengan hubungan, bagaimana jika respek itu sudah mulai memudar, apakah hubungan itu akan tetap bertahan?
Aku, sudah melalui banyak hal dan proses jatuh bangun dalam kehidupan ini. Tidak hanya satu atau dua kali saja dikecewakan ataupun dikhianati oleh orang yang sudah kita percayai. Aku kembali menyembuhkan luka ku sendiri dengan berbagai macam cara. Sampai akhirnya aku meminta temanku untuk menemaniku dan mendengarkan kisah sedihku.
Dia memperlakukanku dengan lembut, dia membebaskanku, dia menghargai dan menyadari semua usaha yang sudah ku lakukan. Usaha yang mungkin tidak disadari oleh sosok misterius itu, mungkin baginya itu adalah hal biasa yang dia dapatkan dari pasangan sebelumnya. Dengan dia yang sudah ku anggap sebagai teman karib, aku menyadari hal-hal apa saja yang ternyata menjadi kebutuhanku dari pasangan. Saat ini aku hanya ingin menikmati pertemananku dengan dia tanpa perduli apapun sampai sosok misterius itu menyadari bahwa aku perlahan pergi karena nyatanya tidak ada tangan yang tergenggam dari awal. Hanya ada aku dan harapan semu. Apapun yang sudah ditakdirkan akan tetap kembali meskipun sudah terlepas.

Comments
Post a Comment