Di sebuah gubuk yang hangat,
tinggallah papa beruang, mama singa, si sulung rubah, kakak kedua panda, kakak
ketiga kucing dan si bungsu badak. Gubuk itu tidak pernah sunyi sama sekali,
kecuali saat semuanya sibuk dengan aktivitas mereka masing-masing. Kisah ini
akan dituliskan berdasarkan sudut pandang si tikus.
Pada suatu ketika si sulung harus
tinggal terpisah dengan mereka dan hanya bisa bertemu di momen-momen tertentu.
Sehingga tugas dan tanggung jawab sebagai kakak tertua jatuh ke tangan panda. Ini
bukanlah hal yang ia inginkan namun tidak bisa dihindari. Panda harus menjadi
sosok kakak panutan, mengalah kepada adik-adik dan memperhatikan mereka. Namun
ia sadar bahwa ia juga adalah seorang adik. Sehingga ia menguburkan segala
sifat kekanak-kanakannya.
Seiring berjalannya waktu, tiba
saat nya bagi panda untuk pergi jauh dan meninggalkan gubuk. Dengan berbekalkan
pengalaman dan keberanian yang telah ia kumpulkan selama ini. Sebelum pergi ia
meninggalkan sepucuk surat untuk keluarga kecilnya. Kira-kira begini isi
suratnya:
“Pertama-tama teruntuk kakak
sulungku, ku tinggalkan separuh tugas dan tanggung jawabku sebagai kakak tertua
bagi adik-adik kita. Posisi sulung mengajarkan ku sebagai pemimpin yang bisa
membimbing sekaligus pengasih untuk adik-adik. Banyak ego yang terkikis dan
kesabaran yang terbentuk. Teruntuk adikku kucing dan badak, kejarlah keinginan
kalian. Belajarlah bertanggung jawab atas pilihan yang kalian buat. Terimakasih
sudah menjadi adik sekaligus teman di saat hidup kadang terasa membosankan.
Untuk papa beruang, kiranya sehat
selalu dan setia menemani mama singa kemanapun ia pergi. Terimakasih sudah mau
bersusah payah membantu setiap proses pencapaianku. Terakhir untuk mama singa,
sabar dan kuat selalu mama. Terimakasih sudah mengajarkan dan menjadikan ku
sebagai wanita mandiri. Terimakasih untuk setiap nasihat yang menjadi bekalku
untuk tangguh setiap saat. Terimakasih juga untuk doa-doa yang selalu
melindungi setiap langkahku.
Mungkin nanti bukan soal jarak
dan waktu yang akan memisahkan kita. Namun kenyataan yang nantinya tak bisa
kita hindari. Terimakasih untuk setiap momen suka-duka dan kehangatan yang
sudah kita ciptakan bersama. Maaf untuk semua perkataan dan tindakan yang
membuat kalian terluka. Doa ku selalu mengiringi kalian semua dan percayalah
aku sangat menyayangi kalian.”
Sepucuk surat sudah tertulis
dengan rapi dan tikus telah merelakan segala sesuatu terjadi sebagaimana
mestinya. Panda telah siap untuk pergi dan berjelajah.
.jpeg)
Comments
Post a Comment