Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kasih adalah perasaan sayang, cinta, suka kepada seseorang. Tidak ada yang salah dengan pengertian ini karena secara umum pun kebanyakan orang akan menjawab hal yang sama jika ditanyakan tentang arti kasih. Namun bagiku kasih tidak hanya sebatas itu saja, setelah banyak podcast yang didengar, buku-buku yang dibaca serta perenungan akan perasaan pribadi ternyata makna kasih lebih dalam dari arti kata itu sendiri.
Menurutku kasih itu memberi tanpa batas dan
tanpa balas, tidak ada satupun agenda terselubung. Love sees everything, the good, the bad, the ugliest part but yet love
stay and never give up. Love is energizing. Love is not blind. Kasih bisa mengubahkan
orang yang dikasihinya tanpa adanya tuntutan. Baik kita yang sudah mengubah dia atau dia yang mengubah kita tanpa sadar.
Ternyata kasih bukanlah sebuah perasaan
namun sebuah komitmen yang nyata. Ketika kamu sudah memutuskan untuk meletakkan
hatimu kepada seseorang berarti kamu harus siap berkomitmen untuk mengasihi dia
dalam segala keadaan, dalam keadaan baik atapun dalam keadaan jahat sekalipun.
Tidak jarang orang-orang pada akhirnya kecewa, marah, kepahitan dan pada
akhirnya tidak bisa mengampuni karena salah menempatkan kasih sebagai sebuah
perasaan bukan ke dalam sebuah komitmen.
Kasih itu sabar, murah hati,
tidak cemburu, tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Kasih tidak melakukan
yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan pribadi. Kasih tidak pemarah dan
tidak menyimpan kesalahan orang lain. Kasih tidak bersukacita karena
ketidakadilan tetapi bersukacita karena kebenaran. Kasih menutupi segala
sesuatu yang buruk, percaya segala sesuatu yang baik, mengharapkan segala
sesuatu akan menjadi damai dan sabar menanggung segala sesuatu selama berproses.
Jika kasih hanya sebuah perasaan,
maka hal-hal ini akan sangat terasa berat untuk dilakukan,
apalagi untuk diaplikasikan kepada pasangan yang akan menemani sisa hidup kita.
Bisa-bisa kasih yang berlandaskan perasaan ini akan menjadi boomerang dan
berakhir menyakiti diri kita sendiri. Kasih yang benar adalah dia yang mau berbenah
menjadi lebih baik dan mau bertumbuh bersama agar bisa sepadan untuk satu sama
lain, sehingga tidak ada yang merasa paling benar dan tidak ada yang merasa ketertinggalan.
Oleh karena itu hendaklah kasih
itu jangan pura-pura, sebab kasih bukanlah abu-abu. Dan kenakanlah kasih sebagai
pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.

Comments
Post a Comment