Hai kamu! Iya kamu yang saat ini sedang meratapi kesedihan yang tak terbendung. Dunia mu seakan berhenti, dadamu terasa sesak, jiwa mu remuk tak bersisa. Apakah kedua kakimu masih bisa berdiri tegak? Sesaat di kepala mu hanya berputar kilasan kenangan bersamanya. Impian yang ingin diwujudkan untuk dia akhirnya runtuh tak bersisa. Tidak ada lagi dia yang selalu menemani dan mendukungmu. Dia sudah pergi, akhirnya pergi untuk selamanya. Tidak ada lagi celotehannya, tawanya atau perhatian sederhananya yang selalu mengingatkan akan rumah tempat untuk berpulang dan bercerita.
Tak pernah terbayangkan bagian skenario kehidupan ini akan terjadi sangat cepat. Andai Tuhan bisa memberitahu lebih awal berapa lama lagi sisa waktu bersamanya, mungkin bisa menghapus penyesalan ini. Kamu berpikir tak cukup membuatnya bahagia selama ini, hanya ada luka yang selalu menyakiti perasaannya. Penyesalan ini mulai menggerogoti batinmu. Adakah yang bisa menyampaikan rasa sayang sekaligus rasa bersalah ini untuk dia?
Tidak ada seorangpun yang suka
dengan kata perpisahan. Tidak ada satupun yang mau ditinggalkan. Bisakah waktu
diputar kembali untuk memperbaiki setiap kesalahan yang pernah dilakukan? Ingin
sekali jiwa ini ikut bersamanya.
Aku belajar ternyata bukan
tentang people come and go namun
tentang waktu yang tetap berjalan tanpa memandang apapun. Jika orang-orang
hanya datang dan pergi, maka mereka hanyalah figuran dalam kehidupan ini.
Mereka yang berharga akan selalu ada sampai waktu kesudahannya. Sayangnya aku
terlambat menyadari ini. Tidak maksimal ku gunakan waktu bersamanya, aku malah
asik dengan dunia dan kesibukkan ku sendiri hingga lupa ada dia yang menunggu
kabar dan cerita dari ku. Dia yang diam-diam selalu mendoakan kebahagianku dari
jauh namun aku luput dengan ego duniawi.
Untuk siapa pun tolong sampaikan
pada nya bahwa aku sungguh menyayanginya, terimakasih untuk semua hal yang
t’lah dia berikan, maaf belum sempat membahagiakanmu dan maaf untuk setiap luka
yang tak sengaja ku tancapkan dalam hatimu. Meskipun tak bersama lagi, tolong
tetap lindungi dan dukung setiap langkah yang ditempuh nantinya, seperti yang
biasa kamu lakukan untukku di sini.
Teruntuk jiwamu yang saat ini
sedang berduka dan masih menyimpan penyesalan. Dia yang pergi lebih dahulu saat
ini sudah merasa bahagia. Tidak ada lagi kesakitan ataupun beban dunia yang dia
pikul. Tidak ada penyesalan dalam hidupnya karena telah menyayangi mu selama
ini. Jiwa mu yang menyimpan luka dan penyesalan hanya akan membuatnya merasa
bersalah karena telah meninggalkanmu.
Sekarang kamu tahu apa yang lebih berharga dan tak bisa dibeli dengan apapun di dunia ini, maka gunakanlah waktu ini untuk menjalani hidup dengan maksimal dan habiskanlah dengan orang-orang terkasih. Itulah bentuk penebusan akan penyesalanmu.

Comments
Post a Comment