Ini kisah seorang anak kecil yang selalu ceria, ia dibebaskan untuk bermain kesana kemari, bebas melakukan apa yang ia mau. Orang-orang di sekitarnya sangat menyukai keceriaan anak ini. Hingga ia bertumbuh dewasa menjadi sosok yang mandiri dan tangguh. Hampir semua hal bisa ia kuasai dan tidak sedikit juga orang meminta bantuan kepadanya.
Tapi tidak seorang pun tahu bahwa ia punya sebuah kotak pandora yang sudah lama ia isi sejak kecil. Mungkin sebagian banyak orang percaya bahwa kotak pandora adalah sebuah kotak berisi malapetaka untuk orang sekitar jika dibukakan. Namun ia isi kotak pandora ini dengan harapan-harapan yang mungkin saja bisa terwujud di masa depan.
Harapan agar ia bisa memilih jalannya sendiri, harapan agar ia bisa sesekali tidak memikirkan perasaan orang lain, harapan agar ia bisa menjadi dirinya yang utuh tanpa ekspektasi dari orang lain, harapan akan ada satu orang yang bisa menjadi tumpuannya, harapan akan ada satu orang yang tidak akan pernah berubah meskipun dunia akan selalu berubah, harapan akan hidup yang panjang hingga ia puas dan kehabisan akal untuk mencoba hal apa lagi.
Tidak ada yang salah dengan harapan-harapan itu, hanya saja ia tetap menyimpan kotak pandora itu dalam kegelapan, takut jika terbuka akan menjadi wabah untuk orang-orang di sekitarnya. Dewasa ini ia hanya bisa menyibukkan diri untuk melupakan kotak pandora yang terasingkan itu. Namun sempat terbesit dipikirannya untuk masuk ke dalam menarik kembali kotak tersebut, tapi ia berhenti di depan pintu, sejenak tertegun mengingat akan denting waktu yang bisa saja tiba-tiba berhenti.
Lantas untuk apa ku buka kotak ini jika hanya bisa ku tarik kembali tanpa bisa ku buka dan ku wujudkan jika waktuku sudah habis, batinnya dalam hati. Akhirnya ia hanya bisa menyenderkan telapak tangannya di muka pintu dan kembali pergi menyibukkan diri. Kotak pandora itu pun tetap dalam posisinya yang tertutup rapat di tempat gelap tanpa seorangpun yang tahu keberadaannya.

Comments
Post a Comment