Namlea, sebuah nama tempat yang sangat asing di telinga ku mungkin juga di telinga teman-teman. Sebuah pulau kecil yang dikelilingi oleh gradasi warna laut yang cantik, bukit-bukit yang menjulang tinggi dan air terjun yang mengalir tiada henti. Ditambah dengan suasana tenang dan penduduk yang ramah, sangat berbanding terbalik dengan asal tempatku yang sangat hiruk pikuk dan jauh dari pemandangan alam.
Awalnya aku hanya berencana untuk menenangkan diri, membuang semua hal yang selama ini membebani perasaan, menyembuhkan luka sambil berbenah diri. Mengenal lebih dalam tentang diri ini, menguji diri ini sejauh mana bisa melangkah dan bertahan dengan keterbatasan yang ada.
Ternyata di tempat kecil ini, aku belajar banyak hal. Hal yang biasa aku lihat di film-film dan hanya ku anggap fiksi ternyata terjadi di dunia nyata. Hal-hal yang ku anggap jahat ternyata tak seburuk itu. Yang ku kira hanya kaum adam saja yang selalu menyakiti ternyata kaum hawa pun bisa bertindak sadis.
Namlea menjadi tempat ku belajar dan berbenah, tempatku merasakan hal-hal baru. Di tempat kecil ini aku merasakan segudang rasa dan cerita yang mungkin bisa ku ceritakan kepada orang lain. Tak seperti bayanganku di awal, ternyata Namlea punya segudang warna yang harus ku rasakan sendiri, entah itu duka ataupun suka nantinya. Apakah Namlea akan menjadi tempatku menghabiskan hidup atau hanya sekedar tempat singgah untuk ku bertumbuh menjadi manusia yang lebih utuh? Only God know the answer. Dan aku hanya bisa berharap, tidak ada penyesalan yang ku tinggalkan di sini.

Comments
Post a Comment