Ragu berarti abu-abu, ia tidak putih dan tidak juga hitam, ia berada di tempat yang tidak pasti. Padahal jiwa ini benci akan ketidakpastian. Sederhana, pilihan hanya ada dua, yaitu ya atau tidak. Lantas, kenapa muncul pilihan semu seperti ragu-ragu? Karena ketidaksiapan akan konsekuensi? Atau tidak berani menanggung hasil akhir yang mengecewakan? Bukankah dari awal sudah tahu dan sadar akan prosesnya? Kenapa di tengah jalan menjadi ragu?
Tenanglah wahai hati dan pikiran. Jangan terlalu banyak menerka-nerka hal yang belum tentu terjadi ke depannya. Bukankah katamu waktu terlalu singkat hanya untuk mengkhawatirkan hal-hal yang tak jelas? Bukankah masih banyak hal yang ingin kamu coba? Dunia teramat luas, teramat ajaib jika dibiarkan berjalan begitu saja.
Biarkan waktu yang menentukan kemana ragu ini akan berakhir. Ragu yang akan berubah menjadi ya dan membawa kebahagiaan atau ragu yang berubah menjadi tidak dan akan menjadi sebuah pembelajaran. Apapun akhirnya, sudah dipastikan akan menjadi pilihan yang terbaik untuk semuanya.

Comments
Post a Comment