Terlahir di gurun pasir dan tumbuh di musim badai kemudian diharapkan dapat menjadi pribadi yang selalu bisa membawa kehangatan musim semi. Ditempa dan dileburkan oleh keadaan hingga dibentuk menjadi karakter emas yang kuat dan bersinar. Banyak rupa-rupa pertahanan yang digunakan, mulai dari membangun benteng, menonjolkan duri tajam, mengeluarkan tinta hitam, memasukkan diri dalam cangkang keras atau berlari kencang tanpa lelah. Segala hal telah dilakukan selama proses hidup berlanjut.
Kesehariannya ialah menggunakan pakaian zirah, bertutur lembut dan membuat orang-orang bahagia adalah tujuannya. Sehari saja ia melepaskan zirahnya, sehari itu juga ia bisa merasakan kebebasan. Setiap permasalahan adalah pertempuran baginya, setiap moment adalah hadiah baginya.
Ia tidak pernah tahu cara terbaik menaklukan badai namun yang ia mengerti bahwa dirinya lebih besar dari badai itu sendiri. Ia pasti selalu melakukan kesalahan dalam bertindak tapi kesalahan itu tidak membuatnya menjadi sosok yang buruk untuk dirinya. Kesalahan itu justru bisa membuatnya lebih mengenal dirinya sendiri. Ia indah, ditumbuhkan oleh pengalaman baik dan buruk, oleh ketidak sempurnaan dirinya. Ia hanya lah manusia, manusia yang akan selalu gagal, jatuh dan belajar dari pengalaman.

Comments
Post a Comment