Pintu itu sudah lama tertutup dan tidak akan terbuka dengan mudah nya. Ruangan itu sudah lama kosong dan dijaga agar tetap tertata dengan rapi meskipun tanpa penghuni. Meskipun begitu, ruangan tersebut masih menyimpan satu frame kenangan buruk yang hanya menjadi penghambat untuk tuan rumah yang baru. Akan berakhir seperti apa ruangan itu? Apakah tetap tertata rapi tanpa tuan yang merawat? Apakah akan ada tuan yang mau bersandar dan menetap untuk membuat ruangan tersebut hidup kembali?
Tanpa disadari, seorang tuan datang bersandar, masuk ke dalam ruangan di saat sang penjaga pintu sedang asyik mencoba hal-hal baru di luar sana. Tuan ini berani menetap dan membuat suasana ruangan hidup kembali, mengubah satu pemikiran si penjaga yang selama ini menjadi batu sandungan. Hampir 24/7 bersama, banyak cerita yang sudah dibagi dan banyak kegiatan yang sudah dilakukan. Si penjaga merasa nyaman dan tenang, tidak merasa takut dan percaya bahwa tuan juga memberikan kepercayaan yang sama seperti si penjaga lakukan. Tidak ada satupun yang ditutupi oleh si penjaga ataupun berpura-pura di hadapan tuan. Si penjaga dapat bebas berekspresi dan bisa melakukan kegiatan rutin seperti biasanya dihadapan tuan tanpa merasa takut dinilai buruk olehnya, begitu juga sebaliknya.
Sayangnya hal itu tidak bisa bertahan lama karena tuan merasa terluka. Terluka karena si penjaga atau karena pikirannya sendiri. Tuan merasa dikhianati dan si penjaga merasa tidak dipercayai. Lantas bagaimana kabar ruangan tersebut? Ruangan yang mulai hidup kini ditinggal kembali oleh tuannya dan si penjaga pergi untuk menenangkan diri. Apakah ruangan itu kembali kosong seperti sediakala atau bisakah tetap hidup kembali saat dimana tuan dan si penjaga tetap dalam keadaan damai?

Comments
Post a Comment