Skip to main content

EMPTY

 

    Pintu itu sudah lama tertutup dan tidak akan terbuka dengan mudah nya. Ruangan itu sudah lama kosong dan dijaga agar tetap tertata dengan rapi meskipun tanpa penghuni. Meskipun begitu, ruangan tersebut masih menyimpan satu frame kenangan buruk yang hanya menjadi penghambat untuk tuan rumah yang baru. Akan berakhir seperti apa ruangan itu? Apakah tetap tertata rapi tanpa tuan yang merawat? Apakah akan ada tuan yang mau bersandar dan menetap untuk membuat ruangan tersebut hidup kembali?
       Tanpa disadari, seorang tuan datang bersandar, masuk ke dalam ruangan di saat sang penjaga pintu sedang asyik mencoba hal-hal baru di luar sana. Tuan ini berani menetap dan membuat suasana ruangan hidup kembali, mengubah satu pemikiran si penjaga yang selama ini menjadi batu sandungan. Hampir 24/7 bersama, banyak cerita yang sudah dibagi dan banyak kegiatan yang sudah dilakukan. Si penjaga merasa nyaman dan tenang, tidak merasa takut dan percaya bahwa tuan juga memberikan kepercayaan yang sama seperti si penjaga lakukan. Tidak ada satupun yang ditutupi oleh si penjaga ataupun berpura-pura di hadapan tuan. Si penjaga dapat bebas berekspresi dan bisa melakukan kegiatan rutin seperti biasanya dihadapan tuan tanpa merasa takut dinilai buruk olehnya, begitu juga sebaliknya.
        Sayangnya hal itu tidak bisa bertahan lama karena tuan merasa terluka. Terluka karena si penjaga atau karena pikirannya sendiri. Tuan merasa dikhianati dan si penjaga merasa tidak dipercayai. Lantas bagaimana kabar ruangan tersebut? Ruangan yang mulai hidup kini ditinggal kembali oleh tuannya dan si penjaga pergi untuk menenangkan diri. Apakah ruangan itu kembali kosong seperti sediakala atau bisakah tetap hidup kembali saat dimana tuan dan si penjaga tetap dalam keadaan damai?

Comments

Popular posts from this blog

Prolog Cerita

          Meli, sosok gadis kecil periang yang selalu memiliki rasa penasaran yang tinggi. Ia sangat keras kepala namun memiliki hati yang sangat lembut. Tak mengenal rasa takut untuk mencoba serta memiliki segudang cita-cita dan impian. Dengan jiwa sosialnya yang sangat tinggi kerap membuat ia pusing sendiri jika tidak bisa membantu mereka saat itu juga secara langsung. Dan akhirnya ia mempergunakan orang-orang di sekitarnya untuk merealisasikan bantuan tersebut. Lumayan juga, pikirnya.      Toa, begitu nama panggilannya. Lelaki yang terlahir dalam kesederhanaan dan tumbuh dewasa. Tak sesuai dengan umurnya, ia sudah memiliki pendiriannya sendiri, tidak mudah terpengaruh dengan keadaan namun tetap terbuka dengan setiap masukkan. Di balik sikapnya yang terlihat diam dan cuek, ternyata diam-diam dia mengamati orang-orang di sekitarnya.      Meli dan Toa, dua manusia dengan kepribadian yang berbeda. Meli yang ekstrovert dan Toa y...

Anak Tangga

     Setiap orang punya tangganya masing-masing. Setiap orang punya cara dan jarak langkahnya masing-masing. Baik naik ataupun turun, semua punya waktu dan prosesnya masing-masing. Ada juga di tengah prosesnya harus terhenti karena keadaan atau juga karena memang ia ingin berhenti sejenak untuk beristirahat. Ada yang menaiki tangga dengan perlahan, ada juga yang menaikinya dengan dua anak tangga sekaligus. Ada yang menuruni tangga sambil menikmatinya dan ada juga yang tiba-tiba terperosok karena tidak berhati-hati. Meskipun sakit karena terjatuh, ia harus tetap bangkit berdiri.      Sembari menaiki dan menuruni anak tangga, ia bisa menikmati prosesnya sambil melihat keindahan sekitar dengan tidak melupakan tujuannya. Lebih indah jika ada tangan yang berpegangan saat menikmati semua proses ini. Seakan ada orang lain yang ikut juga merasakan apa yang kita rasakan. Dengannya kita merasa lebih aman dan tidak takut untuk menaiki atau menuruni setiap anak tangga....

Pulang ke Rumah

       Senang rasanya bisa kembali pulang ke rumah setelah menjalani semua tugas dan tanggung jawab yang menguras tenaga dan pikiran. Pulang kali ini mungkin sedikit berbeda dari waktu-waktu sebelumnya. Ada sedikit yang berkurang namun tidak mengurangi rasa rindu itu.     Gubuk kecil yang dipenuhi oleh manusia-manusia berisik, aroma tungku yang terbakar, suara panci yang berdenting, semua hal sederhana semuanya ada di sini. Sejenak, cerita dan suara tawa mereka mampu melepaskan beban yang ada. Sungguh sebuah tempat peristirahatan yang nyaman.     Jauh dari jangkauan zaman membuat insan ini bisa lebih menyatu dengan alam. Ketenangan yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata namun hanya dapat dirasakan oleh jiwa. Ketenangan yang tidak bisa ditukar maupun dibeli dengan apapun.     Ayam berkokok, perlahan semua pintu dan jendela terbuka, cahaya matahari berlomba masuk menyinari kedalaman rumah.  Tidak ada aktifiitas yang istimewa, sem...