Skip to main content

Posts

  Jangan takut apabila kita ditabur di tempat yang penuh duri dan semak belukar.... Tuhan, kali ini kendalanya di luar kendaliku, akan seindah apa di ujung sana? Mungkin aku terlihat tenang di luar sana. Namun yang sebenarnya terjadi adalah aku sedang mati-matian membenahi segalanya yang telah rusak. Mungkin aku bersiap baik-baik saja dan tertawa lepas di depan semua. Namun kenyataannya tiap malam aku masih sering menangis sendiri dan mencemaskan semua hal. Tuhan, tolong sembuhkan bagian dari diriku yang tidak bisa aku diskusikan dengan siapapun. Aku percaya porsi bahagiaku tidak akan berkurang. Akan tetapi ku cari alasan-alasan kecil yang membuatku bisa bertahan setiap harinya.
Recent posts
Di tengah malam yg teduh, bertemankan suara jangkring yg saling berbalas-balasan. Kembali merenung akan setiap kejadian yg boleh terjadi. Banyak hal di luar kendali kita, banyak hal terjadi tidak sesuai kemauan kita. Apakah ini bentuk ujian dan proses? Atau ini adalah petunjuk bahwa keputusan atas pilihan yang kita jalani tidak benar-benar tepat? Lantas sekarang harus bagaimana? Berhenti atau tetap melanjutkannya sampai menemukan titik terang? Saat ini, dalam kesadaran yg penuh, ia tidak menyalahkan keadaan dan juga tidak menyalahkan diri sendiri. Apapun yang terjadi pasti punya maksud dan tujuannya sendiri, hanya saja belum menemukan jawabannya sampai sekarang. Seiring waktu yang terus berjalan, ia sempat ragu dan mempertanyakan diri sendiri apakah ia hanya menghabiskan waktu begitu saja tanpa makna atau selama ini ia sangat tidak menikmati hidup karena banyak sekali hal yang harus ia pikirkan dan khawatirkan. Sekali lagi ia hanya bisa pasrah, berserah kepada Sang Khalik dan menguatka...
Waktu gelap, ada hamparan bintang-bintang yang bersinar dan suara jangkring yang saling berbalas-balasan. Waktu t'rang, langit dan laut biru yang terbentang luas serta kerumunan burung yang terbang kesana kemari. Di kala sendiri, ada waktu rehat dari semua kegaduhan hidup. Di kala ramai, ada interaksi satu sama lain dengan orang-orang di sekitar. Manusia tidak bisa mengatur waktu, manusia hanya bisa menyesuaikannya dengan waktu. Bukan kita yang memiliki waktu, tapi hanya kita yang bisa menikmati dan menggunakan waktu dengan sebaiknya. Waktu suka-waktu duka. Waktu sehat-waktu sakit. Waktu berkecukupan-waktu berkekurangan. Setiap waktu akan selalu ada tangan yang bisa digenggam. Jika di waktu itu, aku tidak menggenggam tangan itu dan berusaha mendorongmu jauh, percayalah aku sedang menjaga semuanya tetap baik. Saat bibir ini tak bisa berbicara dan air mata tertumpah, saat itu juga aku sedang merasakan ketakutan yang amat mengerikan. Aku tetap selalu percaya dan mengandalkanmu dan aka...
"Payungmu tidak akan menghentikan hujan, tetapi oleh payungmu engkau dapat melewati hujan." Pernahkah kamu mendengar kutipan tentang " Payungmu tidak akan menghentikan hujan, tetapi oleh payungmu engkau dapat melewati hujan. "? Kutipan ini bukan hanya menggambarkan tentang sebuah payung dan hujan saja, melainkan ada makna mendalam yang sangat berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Menjadi orang yang beragama atau hapal semua setiap kata dalam Kitab Suci tidak menghentikan persoalan dalam hidup. Namun Tuhan yang kita imanilah yang akan memampukan kita menghadapi segala persoalan hidup yang terjadi melalui pendengaran dan melakukan ajaran-Nya dengan taat dan sungguh-sungguh. Tujuan akhir dari sebuah doa bukanlah sekedar jawaban melainkan tentang keintiman. Karena doa menjadi sebuah media komunikasi yang disanalah semua hal tercurah, dari sebuah pengaduan hingga semua hal yang diinginkan. Sehingga melalui doa, Sang Khalik merasa selalu dekat dalam setiap proses kehidu...

Anak Tangga

     Setiap orang punya tangganya masing-masing. Setiap orang punya cara dan jarak langkahnya masing-masing. Baik naik ataupun turun, semua punya waktu dan prosesnya masing-masing. Ada juga di tengah prosesnya harus terhenti karena keadaan atau juga karena memang ia ingin berhenti sejenak untuk beristirahat. Ada yang menaiki tangga dengan perlahan, ada juga yang menaikinya dengan dua anak tangga sekaligus. Ada yang menuruni tangga sambil menikmatinya dan ada juga yang tiba-tiba terperosok karena tidak berhati-hati. Meskipun sakit karena terjatuh, ia harus tetap bangkit berdiri.      Sembari menaiki dan menuruni anak tangga, ia bisa menikmati prosesnya sambil melihat keindahan sekitar dengan tidak melupakan tujuannya. Lebih indah jika ada tangan yang berpegangan saat menikmati semua proses ini. Seakan ada orang lain yang ikut juga merasakan apa yang kita rasakan. Dengannya kita merasa lebih aman dan tidak takut untuk menaiki atau menuruni setiap anak tangga....

INDUK SINGA

          "Inaaaa..." begitu panggilanku terhadapnya. Terdengar tidak sopan tapi aku hanya meniru mamanya memanggil dengan namanya. Ya dia mamaku, harusnya ku sebut dia dengan "mama" tapi kenyataannya tidak, aku malah memanggilnya dengan nama. Cerita ini baru saja aku ketahui, oleh karena itu sekali-kali aku memanggilnya dengan nama "Ina" hanya untuk menjahilinya.    Dia sangat tegas mendidikku terkhususnya tentang pendidikan. Sangkin tegasnya aku sampai keringat dingin setiap kali bagi raport di sekolah. Aku lebih senang memilih nenek dibandingkan dia saat harus mengambil raport karena jika ada satu saja nilai yang turun, bisa-bisa aku akan diselidiki dengan ketat. Namun dibalik ketegasannya itu, dia selalu berusaha memenuhi kebutuhanku. Dia selalu memberikan yang terbaik karena dia tau anaknya yang satu ini sangat pemilih dan cerewet.    Air mata dan keringat menemaninya saat itu, semua pekerjaan dia lakukan demi mengumpulkan uang-uan...

Prolog Cerita

          Meli, sosok gadis kecil periang yang selalu memiliki rasa penasaran yang tinggi. Ia sangat keras kepala namun memiliki hati yang sangat lembut. Tak mengenal rasa takut untuk mencoba serta memiliki segudang cita-cita dan impian. Dengan jiwa sosialnya yang sangat tinggi kerap membuat ia pusing sendiri jika tidak bisa membantu mereka saat itu juga secara langsung. Dan akhirnya ia mempergunakan orang-orang di sekitarnya untuk merealisasikan bantuan tersebut. Lumayan juga, pikirnya.      Toa, begitu nama panggilannya. Lelaki yang terlahir dalam kesederhanaan dan tumbuh dewasa. Tak sesuai dengan umurnya, ia sudah memiliki pendiriannya sendiri, tidak mudah terpengaruh dengan keadaan namun tetap terbuka dengan setiap masukkan. Di balik sikapnya yang terlihat diam dan cuek, ternyata diam-diam dia mengamati orang-orang di sekitarnya.      Meli dan Toa, dua manusia dengan kepribadian yang berbeda. Meli yang ekstrovert dan Toa y...