Jangan takut apabila kita ditabur di tempat yang penuh duri dan semak belukar.... Tuhan, kali ini kendalanya di luar kendaliku, akan seindah apa di ujung sana? Mungkin aku terlihat tenang di luar sana. Namun yang sebenarnya terjadi adalah aku sedang mati-matian membenahi segalanya yang telah rusak. Mungkin aku bersiap baik-baik saja dan tertawa lepas di depan semua. Namun kenyataannya tiap malam aku masih sering menangis sendiri dan mencemaskan semua hal. Tuhan, tolong sembuhkan bagian dari diriku yang tidak bisa aku diskusikan dengan siapapun. Aku percaya porsi bahagiaku tidak akan berkurang. Akan tetapi ku cari alasan-alasan kecil yang membuatku bisa bertahan setiap harinya.
Di tengah malam yg teduh, bertemankan suara jangkring yg saling berbalas-balasan. Kembali merenung akan setiap kejadian yg boleh terjadi. Banyak hal di luar kendali kita, banyak hal terjadi tidak sesuai kemauan kita. Apakah ini bentuk ujian dan proses? Atau ini adalah petunjuk bahwa keputusan atas pilihan yang kita jalani tidak benar-benar tepat? Lantas sekarang harus bagaimana? Berhenti atau tetap melanjutkannya sampai menemukan titik terang? Saat ini, dalam kesadaran yg penuh, ia tidak menyalahkan keadaan dan juga tidak menyalahkan diri sendiri. Apapun yang terjadi pasti punya maksud dan tujuannya sendiri, hanya saja belum menemukan jawabannya sampai sekarang. Seiring waktu yang terus berjalan, ia sempat ragu dan mempertanyakan diri sendiri apakah ia hanya menghabiskan waktu begitu saja tanpa makna atau selama ini ia sangat tidak menikmati hidup karena banyak sekali hal yang harus ia pikirkan dan khawatirkan. Sekali lagi ia hanya bisa pasrah, berserah kepada Sang Khalik dan menguatka...