Skip to main content

2022


         365 hari, 8.760 jam, 525.600 menit, 31.536.000 detik. Kamu, aku dan kita semua akhirnya berhasil melewati waktu yang panjang ini. Mungkin di antara kita ada yang melaluinya dengan penuh sukacita atas setiap berkat yang datang di kehidupannya tahun ini. Namun ada pula yang melewati tahun ini dengan penuh perjuangan, banyak hal yang harus dikorbankan atau kehilangan seseorang yang dikasihi.
        Meskipun begitu, kita semua yang ada saat ini sangatlah hebat, kita adalah manusia dengan sejuta kekurangan mampu melewati semua ujian dan cobaan hidup. Kita mampu berdiri dan bangkit kembali dari kegelapan. Tidak mudah bukan?
        Lewat artikel ini, aku pribadi menuangkan semua pemikiran dan perasaan yang ada. Tidak hanya untuk mengisi kekosongan hari namun juga sebagai media ku untuk lebih bisa mengenal diri sendiri dan berharap lewat tulisan ini bisa membuka luas pandangan kalian semua yang membaca. Melalui artikel-artikel yang sudah aku buat di sepanjang tahun ini semoga dapat menghibur dan menguatkan kita semua.
        Hampir satu tahun di tanah perantauan, jauh dari keluarga dan teman, beradaptasi dengan sosial budaya yang jauh berbeda dengan tempat asal ku. Namun, di sini di tahun ini aku banyak belajar cara menyembuhkan luka, mengenal dan mencintai diri sendiri serta mempelajari setiap hubungan manusia untuk bisa ku ambil hikmahnya.
        Terimakasih untuk orang-orang istimewa dalam hidupku yang mau mendengarkan tanpa menghakimi, membantu tanpa syarat, memahami dengan peduli dan mencintai ku tidak perduli apapun yang terjadi. Semoga di tahun berikutnya, kamu, aku dan kita semua dapat selalu menjadi manusia yang dikuatkan, selalu dicintai dan dapat menggapai semua impian yang kita inginkan.
        ONE DAY YOU AND I WILL LEAVE THIS WORLD BEHIND. LET'S LIVE A LIFE YOU'LL REMEMBER. THANKFUL, GRATEFUL, BLESSED. DANKE 2022.

Comments

Popular posts from this blog

Prolog Cerita

          Meli, sosok gadis kecil periang yang selalu memiliki rasa penasaran yang tinggi. Ia sangat keras kepala namun memiliki hati yang sangat lembut. Tak mengenal rasa takut untuk mencoba serta memiliki segudang cita-cita dan impian. Dengan jiwa sosialnya yang sangat tinggi kerap membuat ia pusing sendiri jika tidak bisa membantu mereka saat itu juga secara langsung. Dan akhirnya ia mempergunakan orang-orang di sekitarnya untuk merealisasikan bantuan tersebut. Lumayan juga, pikirnya.      Toa, begitu nama panggilannya. Lelaki yang terlahir dalam kesederhanaan dan tumbuh dewasa. Tak sesuai dengan umurnya, ia sudah memiliki pendiriannya sendiri, tidak mudah terpengaruh dengan keadaan namun tetap terbuka dengan setiap masukkan. Di balik sikapnya yang terlihat diam dan cuek, ternyata diam-diam dia mengamati orang-orang di sekitarnya.      Meli dan Toa, dua manusia dengan kepribadian yang berbeda. Meli yang ekstrovert dan Toa y...

Anak Tangga

     Setiap orang punya tangganya masing-masing. Setiap orang punya cara dan jarak langkahnya masing-masing. Baik naik ataupun turun, semua punya waktu dan prosesnya masing-masing. Ada juga di tengah prosesnya harus terhenti karena keadaan atau juga karena memang ia ingin berhenti sejenak untuk beristirahat. Ada yang menaiki tangga dengan perlahan, ada juga yang menaikinya dengan dua anak tangga sekaligus. Ada yang menuruni tangga sambil menikmatinya dan ada juga yang tiba-tiba terperosok karena tidak berhati-hati. Meskipun sakit karena terjatuh, ia harus tetap bangkit berdiri.      Sembari menaiki dan menuruni anak tangga, ia bisa menikmati prosesnya sambil melihat keindahan sekitar dengan tidak melupakan tujuannya. Lebih indah jika ada tangan yang berpegangan saat menikmati semua proses ini. Seakan ada orang lain yang ikut juga merasakan apa yang kita rasakan. Dengannya kita merasa lebih aman dan tidak takut untuk menaiki atau menuruni setiap anak tangga....

Pulang ke Rumah

       Senang rasanya bisa kembali pulang ke rumah setelah menjalani semua tugas dan tanggung jawab yang menguras tenaga dan pikiran. Pulang kali ini mungkin sedikit berbeda dari waktu-waktu sebelumnya. Ada sedikit yang berkurang namun tidak mengurangi rasa rindu itu.     Gubuk kecil yang dipenuhi oleh manusia-manusia berisik, aroma tungku yang terbakar, suara panci yang berdenting, semua hal sederhana semuanya ada di sini. Sejenak, cerita dan suara tawa mereka mampu melepaskan beban yang ada. Sungguh sebuah tempat peristirahatan yang nyaman.     Jauh dari jangkauan zaman membuat insan ini bisa lebih menyatu dengan alam. Ketenangan yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata namun hanya dapat dirasakan oleh jiwa. Ketenangan yang tidak bisa ditukar maupun dibeli dengan apapun.     Ayam berkokok, perlahan semua pintu dan jendela terbuka, cahaya matahari berlomba masuk menyinari kedalaman rumah.  Tidak ada aktifiitas yang istimewa, sem...