Skip to main content

LOVE (1)


         Cinta, satu kata dengan sejuta makna dan rasa. Setiap orang memiliki konsepnya sendiri terhadap cinta, namun ada juga beberapa orang yang tidak tahu bahkan kehilangan maknanya. Bahkan tidak sedikit juga mengatakan bahwa sesungguhnya kata cinta itu tidak ada, cinta hanyalah sesuatu yang abstrak, satu kata yang diciptakan oleh manusia itu sendiri.
           Untuk apa ada kata cinta? Sebagai ungkapan kepemilikan, aku milik mu dan kamu milikku, tidak ada orang lain. Bukankah itu egois? Atau sesuatu hal yang membuat kita bahagia, sehingga jika hidup tanpa cinta maka hidup tak ada arti. Apakah cinta se-patriaki itu? Jika cinta dianggap suci, lantas mengapa cinta dengan mudahnya hilang dan tergantikan dengan cinta yang lain? Atau berujung dengan kebencian?
       Katanya cinta adalah memberi dan menerima. Cinta mampu memberikan yang terbaik tanpa mengharapkan balasan. Cinta adalah ikhlas. Cinta adalah sebuah pengorbanan. Ada juga yang mengatakan bahwa cinta adalah sebuah rumah, tempat ternyaman untuk pulang dan mengadu. Cinta tau cara menjaga dan merawat. Cinta mau menerima kekurangan, peduli akan semua hal dan turut serta merasakan apa yang ia rasakan.
        Adakah orang yang mampu memiliki semua makna cinta ini dalam hidupnya? Bukan sekedar lontaran kata-kata namun juga pengaplikasiannya dalam kehidupan. Jika ada, tolong ajarkan. Sejauh ini masih dalam proses pembentukkan, saat diuji ternyata masih gagal, apakah jika terus berproses dan diuji hasilnya akan berhasil?
          Katanya cinta tidak selalu tentang hubungan. Namun ada beberapa berpendapat bahwa cinta tidak hadir tanpa hubungan. Apakah cinta menuntut sebuah hubungan? Atau hubungan tidak bisa terjadi tanpa cinta? Jika ada jurnal penelitian yang bisa menjawab ini secara pasti tolong beri tahu. Namun nyatanya cinta bukan sesuatu hal pasti yang berbentuk dan terukur. Cinta adalah sesuatu yang tak terlihat namun bisa dirasakan.

Comments

Popular posts from this blog

Prolog Cerita

          Meli, sosok gadis kecil periang yang selalu memiliki rasa penasaran yang tinggi. Ia sangat keras kepala namun memiliki hati yang sangat lembut. Tak mengenal rasa takut untuk mencoba serta memiliki segudang cita-cita dan impian. Dengan jiwa sosialnya yang sangat tinggi kerap membuat ia pusing sendiri jika tidak bisa membantu mereka saat itu juga secara langsung. Dan akhirnya ia mempergunakan orang-orang di sekitarnya untuk merealisasikan bantuan tersebut. Lumayan juga, pikirnya.      Toa, begitu nama panggilannya. Lelaki yang terlahir dalam kesederhanaan dan tumbuh dewasa. Tak sesuai dengan umurnya, ia sudah memiliki pendiriannya sendiri, tidak mudah terpengaruh dengan keadaan namun tetap terbuka dengan setiap masukkan. Di balik sikapnya yang terlihat diam dan cuek, ternyata diam-diam dia mengamati orang-orang di sekitarnya.      Meli dan Toa, dua manusia dengan kepribadian yang berbeda. Meli yang ekstrovert dan Toa y...

Anak Tangga

     Setiap orang punya tangganya masing-masing. Setiap orang punya cara dan jarak langkahnya masing-masing. Baik naik ataupun turun, semua punya waktu dan prosesnya masing-masing. Ada juga di tengah prosesnya harus terhenti karena keadaan atau juga karena memang ia ingin berhenti sejenak untuk beristirahat. Ada yang menaiki tangga dengan perlahan, ada juga yang menaikinya dengan dua anak tangga sekaligus. Ada yang menuruni tangga sambil menikmatinya dan ada juga yang tiba-tiba terperosok karena tidak berhati-hati. Meskipun sakit karena terjatuh, ia harus tetap bangkit berdiri.      Sembari menaiki dan menuruni anak tangga, ia bisa menikmati prosesnya sambil melihat keindahan sekitar dengan tidak melupakan tujuannya. Lebih indah jika ada tangan yang berpegangan saat menikmati semua proses ini. Seakan ada orang lain yang ikut juga merasakan apa yang kita rasakan. Dengannya kita merasa lebih aman dan tidak takut untuk menaiki atau menuruni setiap anak tangga....

Pulang ke Rumah

       Senang rasanya bisa kembali pulang ke rumah setelah menjalani semua tugas dan tanggung jawab yang menguras tenaga dan pikiran. Pulang kali ini mungkin sedikit berbeda dari waktu-waktu sebelumnya. Ada sedikit yang berkurang namun tidak mengurangi rasa rindu itu.     Gubuk kecil yang dipenuhi oleh manusia-manusia berisik, aroma tungku yang terbakar, suara panci yang berdenting, semua hal sederhana semuanya ada di sini. Sejenak, cerita dan suara tawa mereka mampu melepaskan beban yang ada. Sungguh sebuah tempat peristirahatan yang nyaman.     Jauh dari jangkauan zaman membuat insan ini bisa lebih menyatu dengan alam. Ketenangan yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata namun hanya dapat dirasakan oleh jiwa. Ketenangan yang tidak bisa ditukar maupun dibeli dengan apapun.     Ayam berkokok, perlahan semua pintu dan jendela terbuka, cahaya matahari berlomba masuk menyinari kedalaman rumah.  Tidak ada aktifiitas yang istimewa, sem...