Skip to main content

COWOKERS

 

        Dear rekan-rekan kerja ku tersayang, tergila dan tersegalanya. Apa kabar? Semoga kabar baik selalu mengisi kehidupan kerja kalian. Teringat setiap moment-moment bahagia kita bersama di ruangan kerja bak taman kanak-kanak. Memang tidak selalu tertawa, terkadang menangis dan lelah menyelimuti hari-hari kerja kita. Pergi pagi pulang malam hingga meginap bersama untuk memenuhi deadline yang menghantui. Menantang diri dengan hal-hal baru, menguji kemampuan diri, serta saling menguatkan bersama. Haa... kenangan ini masih sangat membekas seakan baru saja terjadi kemarin hari.
            Katanya dunia kerja sangat kejam, nyatanya bagi ku itu tidak berlaku karena ada kalian. Betul memang akan ada orang-orang yang menggapai tujuannya dengan mencari muka atau menjilat atasan, terkadang juga menjatuhkan sesama rekan kerjanya atau juga menekan bawahan dengan permintaan yang tidak berkaitan dengan pekerjaan. Beruntung menemukan kalian sebagai rekan kerja rasa saudara, beruntung juga bertemu para atasan yang bisa diajak bercanda bahkan mendengarkan curahan hati yang terkadang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan.
               Banyak pelajaran, perhatian dan kasih sayang yang selalu kalian berikan. Banyak cerita dan moment yang ingin ku ceritakan pada dunia. Kata-kata tidak cukup menceritakannya, foto dan video pun tidak mewakili semua rasa syukur dan bahagia ku berkat kalian. Sampai sejauh ini semua karena kehadiran dan kekuatan kalian. Saat ini waktu dan jarak boleh memisahkan, kesibukkan boleh membuat kita jarang berkomunikasi. Tapi kenangan kerja sama kita selalu hidup.
                Teruntuk rekan-rekan kerja yang saat ini tidak nyaman dengan pekerjaan kalian, lakukanlah dengan hati. Tidak perlu mengejar pengakuan, penghargaan hanyalah sebuah bonus. Kerja seakan untuk dirimu sendiri. Teruntuk rekan-rekan kerja yang saat ini sedang mencari pekerjaan, semangat! Rejeki mu tidak akan pernah tertukar dengan orang lain. Isi hari mu dengan kegiatan yang produktif, bekerja tidak melulu tentang perusahaan, kamu bisa bekerja untuk dirimu sendiri.
                Always do whatever can make you happy! Semoga tulisan singkat ini tetap mengingatkan bahwa Imeng always loves you...... dan hari-hari kerja kalian selalu diisi dengan moment bahagia dan berharga.

Comments

Popular posts from this blog

Prolog Cerita

          Meli, sosok gadis kecil periang yang selalu memiliki rasa penasaran yang tinggi. Ia sangat keras kepala namun memiliki hati yang sangat lembut. Tak mengenal rasa takut untuk mencoba serta memiliki segudang cita-cita dan impian. Dengan jiwa sosialnya yang sangat tinggi kerap membuat ia pusing sendiri jika tidak bisa membantu mereka saat itu juga secara langsung. Dan akhirnya ia mempergunakan orang-orang di sekitarnya untuk merealisasikan bantuan tersebut. Lumayan juga, pikirnya.      Toa, begitu nama panggilannya. Lelaki yang terlahir dalam kesederhanaan dan tumbuh dewasa. Tak sesuai dengan umurnya, ia sudah memiliki pendiriannya sendiri, tidak mudah terpengaruh dengan keadaan namun tetap terbuka dengan setiap masukkan. Di balik sikapnya yang terlihat diam dan cuek, ternyata diam-diam dia mengamati orang-orang di sekitarnya.      Meli dan Toa, dua manusia dengan kepribadian yang berbeda. Meli yang ekstrovert dan Toa y...

Anak Tangga

     Setiap orang punya tangganya masing-masing. Setiap orang punya cara dan jarak langkahnya masing-masing. Baik naik ataupun turun, semua punya waktu dan prosesnya masing-masing. Ada juga di tengah prosesnya harus terhenti karena keadaan atau juga karena memang ia ingin berhenti sejenak untuk beristirahat. Ada yang menaiki tangga dengan perlahan, ada juga yang menaikinya dengan dua anak tangga sekaligus. Ada yang menuruni tangga sambil menikmatinya dan ada juga yang tiba-tiba terperosok karena tidak berhati-hati. Meskipun sakit karena terjatuh, ia harus tetap bangkit berdiri.      Sembari menaiki dan menuruni anak tangga, ia bisa menikmati prosesnya sambil melihat keindahan sekitar dengan tidak melupakan tujuannya. Lebih indah jika ada tangan yang berpegangan saat menikmati semua proses ini. Seakan ada orang lain yang ikut juga merasakan apa yang kita rasakan. Dengannya kita merasa lebih aman dan tidak takut untuk menaiki atau menuruni setiap anak tangga....

Pulang ke Rumah

       Senang rasanya bisa kembali pulang ke rumah setelah menjalani semua tugas dan tanggung jawab yang menguras tenaga dan pikiran. Pulang kali ini mungkin sedikit berbeda dari waktu-waktu sebelumnya. Ada sedikit yang berkurang namun tidak mengurangi rasa rindu itu.     Gubuk kecil yang dipenuhi oleh manusia-manusia berisik, aroma tungku yang terbakar, suara panci yang berdenting, semua hal sederhana semuanya ada di sini. Sejenak, cerita dan suara tawa mereka mampu melepaskan beban yang ada. Sungguh sebuah tempat peristirahatan yang nyaman.     Jauh dari jangkauan zaman membuat insan ini bisa lebih menyatu dengan alam. Ketenangan yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata namun hanya dapat dirasakan oleh jiwa. Ketenangan yang tidak bisa ditukar maupun dibeli dengan apapun.     Ayam berkokok, perlahan semua pintu dan jendela terbuka, cahaya matahari berlomba masuk menyinari kedalaman rumah.  Tidak ada aktifiitas yang istimewa, sem...